Sabtu, 25 Desember 2010

Melihat Akar

Negara sedang sibuk dengan penyelesaian masalah bencana,korupsi,TKI,tuntutan tunjangan profesi,sengketa wilayah,sengketa rumah ibadah,sengketa pilkada dan lain sebagainya. Rentetan persoalan yang seakan-akan tidak ada habis-habisnya memaksa pemerintah untuk mengeluarkan energi maksimal sehingga proses kerja hanya tercurahkan pada hal yang itu-itu saja. Akibatnya tidak ada satu prestasi yang mampu dibuat. Bahkan untuk sebuah ajang olahraga di tingkat asia pun Indonesia tidak mampu berkutik. Padahal jumlah penduduk Indonesia 235 juta jiwa(hasil statistik 2010) merupakan potensi besar dalam mencari bakat-bakat luar biasa yang dimiliki anak bangsa tanpa perlu melakukan naturalisasi seperti yang lagi tren di dunia sepakbola Indonesia.

Usaha untuk menyelesaikan persoalan pun tidak memberikan harapan yang membaik. Justru terombang-ambing karena sebuah kepentingan politik kelompok. Hal ini disebabkan karena memfokuskan penyelesaian masalah pada apa yang kelihatan saja. Sama seperti jika ingin membasmi rumput liar. Tidak cukup hanya memotong rumput tersebut lalu membakarnya. Namun perlu suatu usaha agar akar rumput tersebut juga ikut dimusnakan supaya rumput tidak bisa tumbuh lagi. Demikian halnya persoalan bangsa ini. Apa yang selama ini coba diselesaikan adalah hanya yang kelihatan dimata. KPK tangkapi koruptor, MK selesaikan sengketa pilkada, Satgas bongkar kasus mafia dan beberapa hal lainnya hanyalah pembasmian rumput liar dengan memotong. Tetapi akar dari rumput tersebut belum terjamah sampai sekarang.

Selasa, 14 Desember 2010

Tahu berjamur

Siapa sangka pertemuan pada september 2010 yang lalu adalah pertemuan terakhir untuk selama-lamanya. Pertemuan yang tepat disaat lebaran itu merupakan bentuk silaturahmi. Saya memang tidak memiliki hubungan dengan beliau,teman-teman sayalah yang memiliki hubungan sebagai siswa bapak tersebut. Meskipun demikian saya sudah lama mengenal beliau dari teman. Beliau adalah alm.H.Achmadi,S.Pd.I.

Lebaran yang biasanya identik dengan kunjungan kerumah sanak ataupun kenalan merupakan hal yang sudah menjadi kebiasaan. Demikian dengan kami yang kebetulan beberapa hari lagi meninggalkan sibolga untuk kembali ke daerah tempat kuliah. Kunjungan kerumah almarhum tersebut tepat pada jam makan siang,sehingga beliau mengajak kami langsung untuk bersama-sama makan siang.

Kamis, 09 Desember 2010

KPK Perlu Periksa Penggunaan Dana BOS*

Bantuan Operasional Sekolah (BOS) adalah cara pemerintah dalam menyelenggarakan wajib belajar 9 tahun. Program dana BOS ini diluncurkan sejak tahun 2005. Dana BOS merupakan sumber dana utama untuk segala macam kegiatan operasional di sekolah. Dengan tujuan meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Seiring berjalannya waktu, jumlah anggaran dana BOS terus mengalami kenaikan secara signifikan. Tahun 2008 alokasi dana BOS mencapai Rp.10,5 trilyun. Untuk tahun 2009 terdapat kenaikan hampir 50% lebih besar dari tahun sebelumnya menjadi Rp.16 trilyun dan 2010 menjadi Rp.16,8 trilyun.Besarnya alokasi dana BOS tersebut terindikasi akan menjadi praktek-praktek korupsi oleh oknum-oknum dilingkungan pendidikan. Karena transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana BOS sangat rendah.

Hal itu disebabkan penggunaan dana BOS tersebut kurang melibatkan orang tua sejak perencanaan hingga pelaporan. Berdasarkan penelitian Bank Dunia 71,61% orang tua siswa tidak mengetahui laporan dana BOS dan 92,65% tidak melihat papan pengumuman sekolah tentang penggunaan BOS. 89,58% orang tua siswa tidak berpartisipasi dalam perencanaan BOS. Disamping itu orang tua siswa juga terbuai akibat tidak adanya pengutipan lagi di sekolah sehingga merasa acuh dengan permasalahan demikian.Jika pengelolaan dana BOS dilakukan dengan baik seharusnya jumlah siswa putus sekolah untuk tingkat SD dan SMP karena persoalan ekonomi tidak begitu tinggi. Namun berdasarkan catatan kementrian pendidikan nasional sekitar 768.960 orang siswa SD-SMP se-Indonesia putus sekolah diantaranya 527.850 orang siswa SD dan 241.110 orang siswa SMP. Para guru juga terkadang tidak mengetahui aliran dana BOS tersebut sehingga kewenangan mutlak ada ditangan kepala sekolah dalam menangani dana BOS.

Jumat, 19 November 2010

Pengenalan Ideologi GmnI (Marhaenisme)*


A. Pengantar Ideologi
Ideologi GmnI adalah Marhenisme. Ideologi memiliki arti suatu rangkaian ide yang terangkum menjadi satu. Munculnya sebuah ideologi didasari oleh adanya kesadaran akan suatu permasalahan yang harus diselesaikan untuk mendukung kehidupan bernegara, dengan tahapan :

  1. Mengamati
Kehidupan sosial masyarakat yang menjadi objek pengamatan memberikan gambaran akan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataaan.

  1. Bertanya
Akibat adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan tersebut muncul berbagai pertanyaan-pertanyaan tentang penyebab kesenjangan tersebut.

  1. Berpikir (Berdialektika)
Setelah melalui proses mengamati dilanjutkan dengan memunculkan pertanyaan-pertanyaan maka selanjutnya adalah proses berpikir. Proses berpikir tersebut merupakan suatu usaha dalam upaya mencari kebenaran yang paling mendasar untuk menemukan jawaban dari pertanyaan.

  1. Menjawab(berfilsafat)
Hasil dari berdialektika yang paling tinggi tadi itulah yang disebut dengan jawaban (filsafat). Filsafat yang sudah mencapai kematangan akan di kristalisasikan menjadi sistem filsafat.

  1. Ideologi
Sistem filsafat yang mengandung kebenaran dilaksanakan secara taat azas merupakan suatu tahapan pemikiran yang disebut Ideologi. System filsafat ini tidak semena-mena menjadi ideologi. Ketika system filsafat tersebut hanya jadi konsumsi sendiri maka kondisi itu tidak akan mencapai tahapan ideology, oleh karena itu pelaksanaan system filsafat perlu dilakukan pengajaran dan dimasyarakatkan agar menjadi sebuah Ideologi.


B. Lahirnya Marhenisme

Kamis, 11 November 2010

Kompleksitas masalah pendidikan.

Pendidikan adalah cara membuat perubahan. Hanya dengan pendidikan maka semuanya bisa berubah. Setelah menjalani praktek mengajar, teryata begitu kompkeksitasnya permasalahan pendidikan saat ini. Ingin rasanya menguraikan permasalahan itu satu persatu lengkap dengan penyelesaiannya. Namun kekurangmampuan dalam membedah permasalahan tersebut menjadikan langkah tersebut terhalangi.

Mengamati dan selalu mengamati itulah aktivitas yang begitu rutin selama masa praktik. Sehingga dapat saya simpulkan permasalahan pendidikan tidak dapat di universalkan yang tujuannya untuk menemukan solusi secara umum. Tetapi permasalahan pendidikan ini perlu dipandang atas dasar personalitinya seperti sebuah penyakit,meskipun dua orang yang sama mengalami demam. Tetapi keduanya tidak akan mendapatkan takaran atau obat yang sama.

Demikian halnya menangani masalah pendidikan saat ini. Keterfokusan pada pembentukan karakter bukanlah solusi handal yang menjadi prioritas. Tetapi hanya bagian terkecil yang tidak perlu dilebih-lebihkan seperti yang dilakukan kemendiknas saat ini. Sehingga faktor-faktor yang lain tidak terabaikan. Seperti beberapa masalah didunia pendidikan yang tidak berkaitan dengan karakter tetapi harus segera diperbaiki yaitu:

Rabu, 10 November 2010

Peringati hari pahlawan,GMNI Gunungsitoli-Nias adakan Demo.

Buruknya kualiatas kinerja SBY-Boediono membuat Dewan Pimpinan Cabang GMNI Gunungsitoli-Nias yang diketuai oleh Erwin Hulu menyampaikan kritikan melalui demonstrasi. Demonstrasi yang bertepatan pada hari pahlawan(10/10) tersebut dimulai dengan berkumpul di depan kampus IKIP Gunungsitoli pada pukul 09.00 wib,lalu melakukan pawai dengan sepeda motor mengelilingi pasar gomo gunungsitoli dan berhenti sebentar tepat di persimpangan kantor pegadaian untuk melakukan orasi. Usai orasi disampaikan,puluhan mahasiswa tersebut bergerak ke arah kantor DPRD Kota Gunungsitoli. Didepan Kantor DPRD tersebut para mahasiswa kembali melakukan orasi sebelum akhirnya diterima memasuki ruang rapat paripurna DPRD Kota Gunungsitoli.

Demonstrasi tersebut langsung diterima oleh Sowa'a Laoli Ketua DPRD beserta 6 orang anggota DPRD lainnya. GMNI Nias dalam Pernyataan sikap

Senin, 25 Oktober 2010

Harapan dan Kepercayaan bagi Pak BeYe

2009-2014,periode pemerintahan Indonesia yang saat ini dikemudikan oleh Presiden SBY dan Wakil Presiden Boediono. Usai para pemimpin ini dilantik pada 2009 yang lalu didepan parlemen, masyarakat khususnya yang berada dilingkungan birokrasi dan organisasi melakukan satu tindakan serentak secara nasional yaitu mengganti fhoto Presiden dan Wakil Presiden yang biasanya digantungkan di dinding bersama-sama dengan lambang negara. Ada hal menarik pada fhoto tersebut yakni pada fhoto RI1. Jika dibandingkan dengan fhoto pada awal kepemimpinannya yang lalu(2004),jelas kelihatan perbedaan yang mencolok. Fhoto 2004 wajah sang Presiden memperlihatkan keceriaan dengan senyum yang memukau. Namun pada fhoto 2009 wajahnya begitu sayu bahkan tidak memperlihatkan senyum, wajah yang kelihatan letih dan tidak bersemangat, wajah yang dipaksakan untuk berpose. Perihal itulah yang membuat kami disebuah kantor organisasi pada saat itu tidak memasang fhoto Presiden 2009. Tetapi tetap menggunakan fhoto 2004 dengan sebuah harapan.

Harapan bahwa apa yang dirasakan Presiden SBY pada tahun 2004 yang lalu(cerminan pada fhoto wajahnya) yakni sebuah semangat dan keinginan untuk memperbaiki segala permasalahan di Indonesia ini. Pose fhoto Presiden 2009 yang begitu sayu mungkin disebabkan oleh keletihan dari sebuah perjuangan politik yang berkepanjangan. Dimana pada saat itu SBY dipaksa tidak beristirahat untuk bisa kembali duduk di kursi RI 1 dan usaha yang dilakukan memang mencapai tujuan. Namun tidak jelas didasari oleh perihal apa sehingga SBY kembali mencalonkan diri. Sebab dilihat dari kinerjanya selama 5 tahun sebelumnya(2004-2009) tidak memberikan dampak yang baik bagi masyarakat Indonesia. Rakyat justru dibingungkan dengan hitung-hitungan politik angka kemiskinan,tingkat pengangguran,inflasi, dan lain sebagainya yang katanya membaik bagi Indonesia. Padahal masyarakat tetap merasakan kesusahan untuk hidup bahkan semakin dibuat tambah susah.

Senin, 18 Oktober 2010

KTSP bukan kurikulum baru

“Tidak ada yang baru dibawah matahari”, sebuah kalimat bijak yang teryata benar adanya. Sering sekali muncul hal-hal baru di mata kita,tetapi kenyataannya hal itu telah ada pada masa yang lalu. Kejadian itu timbul karena selang waktu yang lama dari kejadian sebelumnya. Bahkan generasi yang terlebih dahulu merasakannya sudah tidak ada lagi pada generasi tertentu yang merasakannya.

Demikian halnya didunia pendidikan,berbagai macam usaha yang dilakukan untuk menemukan bentuk sempurna telah dilakukan yakni dengan penyempurnaan-penyempurnaan kurikulum yang telah + 8 kali sejak tahun 1947 hingga tahun 2006 yang lebih dikenal dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan(KSTP). Pada awalnya pendidikan formal di Indonesia lahir sejak masuknya penjajah ke tanah air yakni sebelum tahun 1900. Namun tujuan pembentukan pendidikan formal oleh belanda pada waktu itu adalah untuk meminimalisir pemberontakan, karena orang-orang yang bersekolah tersebut diarahkan nantinya hanya menjadi buruh kasar dan pegawai kelas dua.

Keadaan demikian baru berubah setelah tahun 1900. Hal itu disebabkan timbulnya aliran dikalangan orang beranda sendiri yang merasakan bahwa telah tiba waktunya untuk mengembangkan negara yang dijajah.

Rabu, 01 September 2010

Roh, Komponen pendidikan yang hilang

Indonesia sedang dilanda krisis karakter sehingga saat ini muncul wacana perlunya pendidikan karakter disekolah-sekolah. Usaha itupun sudah dimulai oleh Kementrian Pendidikan Nasional dengan memasukkan pendidikan karakter kedalam kurikulum yang saat ini sedang digodok.

Keterpurukan bangsa saat ini memang disebabkan oleh jeleknya sumber daya manusia yang mengelola system di Indonesia, sehingga sumber daya manusia yang baru pun terkontaminasi oleh limbah-limbah pengelola system tersebut. Jika kondisi ini tetap dipertahankan niscaya Indonesia akan terhempas kejurang kehancuran. Karena akan berefek kepada rasa kesadaran akan memiliki negeri ini menjadi menipis, sehingga pelan-pelan bangsa ini akan mencopot semboyan “ Bhineka Tunggal Ika” dari cengkraman kaki Burung Garuda. Karena setiap orang hanya akan berpikir untuk dirinya sendiri.

Perihal demikian disebabkan adanya kompenan pada mesin pendidikan yang sudah tidak bergerak. Komponen tersebut luput dari mekanik yakni para praktisi pendidikan untuk digerakkkan lagi. Sebab dengan tidak bergeraknya komponen itu mesin pendidikan juga tetap bergerak. Itulah sebabnya komponen tersebut tidak mampu mencuri perhatian agar digerakkan lagi, sehinnga output pendidikan tidak sempurna. Padahal tuntutan akan apa yang dihasilkan oleh pendidikan adalah kesempurnaan. Hal ini disebabkan karena pendidikan adalah sebuah proses. Proses dimaksud adalah cara dimana seorang manusia agar mampu menggali bahkan mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya.

Selasa, 17 Agustus 2010

Pancasila untuk kemerdekaan seutuhnya

Enam puluh lima (65) tahun yang lalu pada tanggal 16 agustus 1945 para pemuda membawa lari bung karno dan bung hatta ke Rengasdengklok,kedua tokoh tersebut awalnya tidak mengerti untuk apa mereka dibawa. Namun setelah menerima penjelasan mereka berdua baru mengerti apa keiginan para pemuda saat itu, yakni memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Namun usaha pemuda untuk mendesak bung karno dan bung hatta memproklamasikan kemerdekaan di Rengasdengklok tidak terlaksana. Karena bung karno dan bung hatta ingin memproklamasikan kemerdekaan di Jakarta.

Apa yang dikerjakan pemuda pada saat itu disebabkan adanya kekosongan penguasa/penjajah di Indonesia sebab pada saat itu Jepang mengalami kondisi meliter yang buruk. Karena 2(dua) daerah utama di Jepang telah dibom oleh sekutu yakni Hirosima dan Nagasaki. Sementara Belanda ingin kembali menjajah Indonesia. Melihat kondisi tersebutlah para pemuda mengambil tindakan agar proklamasi segera didegungkan disela-sela peralihan.

Kamis, 05 Agustus 2010

Penghargaan bukan buat Kepala Pemerintahan

Dinegeri ini memberikan penghargaan ibarat sebuah tradisi. Padahal pemberian penghargaan merupakan suatu hal yang seharusnya memiliki nilai tersendiri. Sebab ketika pemberian penghargaan sudah menjadi tradisi, penghargaan tersebut akan kehilangan nilainya.

Penghargaan pada dasarnya diberikan kepada seseorang atas prestasinya dalam suatu bidang. Prestasi yang digoreskan itu merupakan usaha kerja keras pribadi dengan hanya sedikit bantuan orang lain atau bahkan tanpa bantuan orang lain. Didunia pendidikan khususnya disekolah pemberian penghargaan berguna untuk memacu sianak dan anak lainnya semakin mengembangkan kemampuannya dengan tujuan menggali potensi anak. Sehingga segala bentuk penghargaan akan memberikan efek positif pada diri anak tersebut. Karena penghargaan yang dia dapatkan benar-benar usaha kerja kerasnya.

Sementara dikalangan pemerintah daerah maupun nasional,kerap sekali penghargaan dijadikan sebagai kepentingan pencitraan. Pemberian penghargaan kepada pejabat pemerintah khususnya kepala pemerintah daerah kurang tepat. Sebab sebagai kepala pemerintahan yang memiliki fasilitas untuk menjalankan pemerintah,merupakan sebuah tugas dan tanggungjawab yang tidak perlu diberikan penghargaan. Karena siapa pun dengan fasilitas yang sama pasti akan mampu melaksanakan hal-hal yang mengarah kepada penganugerahan penghargaan. Jadi sebuah keberhasilan yang diperoleh dalam bentuk penghargaan kepada kepala pemerintahan bukan disebabkan usaha kerja keras,melainkan melalui pemberian perintah oleh kepala pemerintahan kepada jajaran yang dipimpinnya. Sementara jajaran aparat pemerintah yang dipimpinnya bekerja bukan karena kesadaran tugas dan tanggungjawab yang dia miliki,tetapi ketakutan akan di mutasi. Dengan demikian seorang anak berumur 14 tahun pun dengan fasilitas yang sama pasti akan mampu mendapatkan penghargaan yang sama dengan kepala pemerintahan tersebut.

Ketidakpedulian masyarakat yang dipimpin oleh kepala pemerintah yang mendapat penghargaan merupakan suatu bukti bahwa apa yang diraih merupakan ilusi semata. Meskipun jajaran pemerintah kerap membuat acara atas penghargaan yang diterima,tetapi acara tersebut tidak mendapat apresiasi dari masyarakat. Hal ini disebabkan efek positif yang diterima masyarakat dari penghargaan tersebut tidak ada.

Selasa, 27 Juli 2010

Serimonial Hari Anak Nasional

Hari anak nasional baru saja berlalu yang cukup memberikan kesan buruk akan pemerintah dalam menangani permasalahan anak. Apalagi adanya oknum paspampres yang melakukan pemukulan terhadap seorang anak sewaktu akan bersalaman dengan Bapak Presiden SBY. Disamping itu juga batalnya pembacaan hasil kongres anak Indonesia oleh panitia tanpa alasan yang jelas memberikan sebuah tanda tanya besar bagi setiap orang.

Pagi ini minggu(25/07) sewaktu sedang istrahat sehabis jalan santai sambil mendengarkan kupon undian lucky draw dibacakan dalam rangka Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) XVII seorang anak yang kisaran berusia 10 tahun dengan berpakaian kumuh bersama ibunya sibuk mengumpulkan gelas-gelas bekas air mineral. Sementara anak seumur dia pasti sedang asik menonton TV.

Jumat, 16 Juli 2010

Dua pekan di Jawa , (Bandung dan Jakarta)

21 Juni - 03 Juli 2010

Gedung Sate, Kantor Gubernur Jawa Barat

Rabu, 14 Juli 2010

Beternak babi potensi lapangan pekerjaan


Rabu (14/7) malam kembali ke Gunungsitoli untuk mengurus administrasi dan beberapa hal yang berhubungan dikampusku. Sewaktu berada di pelabuhan sibolga,ada babi didalam mobil truk yang akan diangkut ke Nias. Kemungkinan babi-babi itu akan dijual kemasyarakat untuk dikonsumsi. Padahal kepulauan Nias yang mayoritas penduduknya beragama Kristen banyak beternak babi. Pada umumnya ternak itu untuk dikonsumsi masyarakat dengan membeli sesuai kebutuhan dari rumah potong atau para penjagal (orang yang memotong babi untuk dijual perkilogramnya). Seharusnya dengan tingkat mayoritas masyarakat pemeluk agama kristen dan banyaknya masyarakat yang beternak babi tidak perlu lagi mendapatkan pasokan babi hidup dari luar kepulauan Nias.

Pasokan babi hidup tersebut biasanya masuk seminggu tiga kali. Jika dilihat dari banyaknya pasokan babi hidup tersebut seharusnya peternakan babi di kepulauan Nias harus dikembangkan. Sebab peternakan tersebut mampu memberikan lapangan pekerjaan yang menjanjikan. Hal ini dapat dilihat dari sejumlah tempat makan yang bertabur di Kepulauan Nias dengan menu babi yang telah diolah sedemikian rupa.

Rabu, 07 Juli 2010

Aksi di IKIP Gunungsitoli


Selasa, 06 Juli 2010

Satu lagi catatan hitam Kepolisian

Kemajuan teknologi yang juga berdampak pada fasilitas komunikasi memberikan kemudahan bagi manusia sebagai makhluk konsumerisme. Jarak yang ribuan mil bisa terkesampingkan dengan teknologi komunikasi saat ini. Khususnya internet atau yang lebih dikenal dengan jejaring sosial seperti facebook, twitter dan lain-lain. Namun seiring dengan berjalannya waktu pengunaan jejaring sosial tadi mulai disalahgunakan menjadi alat untuk menghina, memaki, mempojokkan serta beberapa tindakan melanggar norma lainnya.

Kalau Luna Maya di twitternya pernah mengatakan infoteiment sama dengan pelacur, mendapatkan kritikan tajam dari sejumlah kalangan. Kali ini salah seorang oknum polisi berinisial AG menulis dalam facebooknya “ masyarakat sibolga lemah lawan kami dan takut..masyarakat ini bodoh..gak ada nyali..ckckckck...sibolga bodoh “. Hal tersebut merupakan penyalahgunaan media internet sehingga memancing amarah dari segenap masyarakat sibolga pengguna facebook, sebab komentar tersebut dianggap meprovokasi perpecahan di Kota sibolga yang sudah kembali tentram pasca kericuhan pemilukada yang lalu. Peryataan yang dia tuliskan tersebut tidak didasari oleh hal yang jelas. Sehingga bisa membuat permasalahan baru, itu terbukti dari sejumlah komentar yang muncul menanggapi peryataan tersebut.

Minggu, 06 Juni 2010

Mahasiswa IKIP Gunungsitoli mempertanyakan kejelasan Program Studinya


Sejak pukul 09.00 Wib pada sabtu (6/6) kampus Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan  (IKIP) Gunungsitoli berbeda dengan hari-hari biasanya. Kampus yang biasanya selalu disibukkan dengan aktivitas perkuliahan, namun pada hari itu dipenuhi oleh kerumunan mahasiswa yang berorasi diselingi menyanyikan lagu-lagu aksi didepan kantor rektorat. Bermula dari adanya isu yang berkembang bahwa izin operasional setiap prodi di IKIP Gunungsitoli telah habis membuat mahsiswa gerah akan hal itu ditambaha dengan akreditasi yang tidak ada. Padahal IKIP Gunungsitoli yang telah berdirri sejak tanggal 15 November 1965 dengan akta notaries Walter Siregar Nomor 17 tanggal 19 oktober 1965 yang artinya telah 45 tahun IKIP Gunungsitoli berdiri di tanah Nias.

Para mahasiswa didalam orasinya yang juga termuat didalam peryataan sikap menyatakan IKIP Gunungsitoli adalah primadona masyarakat Pulau Nias yang terus bercahaya dan berkipra hingga kurang lebih 45 tahun. Sudah hampir ribuan kaum-kaum pendidik intelektual telah dihasilakan..

Izin operasional yang telah usai masa berlakunya, sampai sekarang belum mampu dan bisa dipastikan realisasinya. Sehingga membuat para mahsiswa gelisah, resah dan trauma untuk terus menimba ilmu dan meniti karier di kampus IKIP Gunungsitoli. Tidak pedulikah yayasan dengan kegelisahan dan keresahan mahasiswa saat ini…??? Ataukah rektorat IKIP Gunungsitoli yang tidak acuh menanggapi kasus ini…???

Kami memastikan bahwa kampus IKIP Gunungsitoli berada dalam posisi yang sangat mengkwatirkan dan terancam, dengan keberadaan yang masih belum terakreditasi yang berakibat fatal akan ditutupnya kampus IKIP Gunungsitoli ini. Jangan biarkan harapan orangtua kami sirnadikampus IKIP Gunungsitoli ini, tetesan keringat mereka merupakan amanah dan perjuangan keris tajam.

Jelajah Alam


Jumat, 04 Juni 2010

GMNI-Cabang Nias Unjuk Rasa di BRI Gunungsitoli

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Naional Indonesia (GMNI) Cabang Nias unjuk rasa di BRI Gunungsitoli terkait dengan dugaan pemotongan dana BSPR yang dicairkan melalui BRI Gunungsitoli, Rabu (26/05).

Dalam pernyataan sikapnya yang dibacakan pimpinan aksi Azwar Lahagu sangat menyedihkan dan memalukan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Gunungsitoli sebagai salah satu lembaga yang menjadi idaman masyarakat Nias selama ini dari sisi keuangan menjadi lembaga korupsi, dimana BRI secara langsung telah melakukan pembodohan kepada kaum-kaum termajinalkan khususnya masyarakat Nias.

Hal ini bisa dibuktikan dana BSPR seharusnya dicairkan bulan Desember 2009 lalu namun baru terealisasi pada April 2010.

Dituturkannya bahwa betapa sedihnya masyarakat Nias yang menerima uang tersebut yang ternyata dipotong setiap penerima antara Rp 50.000-70.000 untuk kurang lebih 11.000 penerima.

Sabtu, 15 Mei 2010

Perkemahan Wirakarya, padang lawas







Pemilukada sibolga berbuah ricuh

12 Mei 2010 adalah pelaksanaan pemilukada sibolga. Ada 5 (lima) pasangan calong walikota dan wakil walikota sibolga yang akan dipilih oleh masyarakat sibolga dengan jumlah pemilih yang terdaftar di DPT sebanyak 65.517 orang. Kelima pasangan calon tersebut masing-masing sesuai dengan nomor urutnya adalah:

1. Wilpren-Hazmi.
2. Syarfi-Marudut.
3. Afifi-Halomoan.
4. Hotman-Syahril.
5. RH. Sianturi-ulam.

Sebanyak 183 TPS disediakan agar masyarakat dapat memberikan hak suaranya. Selama berlangsungnya proses pemilihan sejak pukul 07.00 wib sampai dengan pukul 13.00 wib hingga proses perhitungan suara berlangsung aman.

Usai perhitungan suara di semua TPS, melalui hitung cepat oleh salah satu Tim sukses pasangan calon diperoleh hasil sebagai berikut:
jumlah suara sah sebanyak 44.295 dengan perolehan suara masing-masing nomor urut yaitu:
no 1 : 522 suara.
no 2 : 20.498 suara.
no 3 : 18.217 suara.
no 4 : 394 suara.
no 5 : 4664 suara.

Sementara itu ada beberapa pengakuang warga tentang kecurangan yang terjadi :
1. Belum dibersihkannya semua alat peraga kampanye hingga masa pemilihan.
2. Adanya pembagian uang(money politik) kepada masyarakat dengan syarat memilih salah satu pasangan calon.
3. Terjadinya pengelembungan daftar pemilih.
4. Pembagian beras oleh salah satu tim sukses pasangan calon dengan dalil pasar murah padahal harganya jauh di bawah harga pasar murah pada umumnya yakni Rp.5000/6 liter dan di beberapa lokasi diberikan secara gratis dengan mengarahkan warga untuk memilih salah satu pasangan calon.
5. Dibeberapa TPS warga menangkap adanya seseorang yang berulang kali memilih di TPS yang berbeda.

Kesalahan-kesalahan tersebut dilaporkan oleh warga ke Panwaslu Kota Sibolga namun laporan tersebut sampai saat ini belum mendapatkan tanggapan.

Akibat hal tersebut pada 13 Mei 2010 masyarakat melakukan aksi dikantor Panwaslu Kota Sibolga dengan tuntutan agar Panwaslu melakukan tindakan atas kecurangan tersebut. Pada saat aksi masyarakat gagal bertemu dengan ketua panwaslu sebab yang bersangkutan tidak ada dilokasi.

Selasa, 11 Mei 2010

Diluar bukan berarti tidak ikut serta

Sebuah sistem terkadang membuat orang terjerat kebebasannya,kebebasan dalam mengutarakan pendapat bahkan untuk berpikir kritis. Hal ini disebabkan pengaruh kondisi yang terjadi di dalam sistem (yang pada umummya buruk) disebabkan oleh orang-orang yang ada didalam sistem tersebut. Seorang yang tidak pernah tercela sekalipun jika masuk kedalam sistem yang didalamnya mayoritas memiliki suatu perilaku tertentu maka dengan sendirinya akan berperilaku sama dengan kelompok mayoritas tadi. Seperti ilustrasi yang sering digunakan yakni tentang sekelompok orang gila dan satu orang sadar. Ketika satu orang sadar tadi mengatakan sekelompok orang tadi gila, maka yang terjadi malah sebaliknya sekelompok orang gila tadi akan mengatakan satu orang sadar tadi adalah orang gila. Akibat hal tersebut, satu orang sadar tadi karena telah dikatakan gila oleh kelompok mayoritas maka dengan sendirinya orang sadar tersebut mengakuinya dan bahkan menjadi gila benaran bersama kelompok orang gila sebelumnya.

Hal tesebut disebabkan pengaruh empiris yang ada disekitar sehingga dengan sendirinya akan membentuk karakter, watak dan perilaku seseorang. Ketika sebuah kepentingan atau bahkan eksitensi kelompok yang diperjuangkan sudah lari dari nilai-nilai ide/gagasan dan hal ini diketahui oleh beberapa orang dalam kelompok tersebut mengetahuinya maka terpaksa orang tersebut hanya diam dan bahkan membenarkan tingkah laku tersebut. Sebab orang tersebut adalah bagian dari kelompok tadi.

Minggu, 09 Mei 2010

Mahasiswa berhak untuk salah

Kapan lagi ngomong di TV One Sul? Ucap seorang rektor disalah satu perguruan tinggi kepada presiden mahasiswa perguruan tinggi tersebut yang baru-baru ini diwawancarai oleh TV One menanggapi kasus Bank century. Presiden mahasiswa tersebut menjawab mau ngomong apa lagi pak? Kemarinkan udah. Lalu rektor tersebut kembali berujar, ngomong apa aja! Si Presiden mahasiswa itu pun tertawa dan berkata bapak ada-ada saja. lalu rektor tersebut spontan berkata "jika didunia ini ada manusia yang bisa salah maka mahasiswalah yang berhak untuk salah itu. Si presiden mahasiswa tadi pun tersenyum.

Dialog tersebut memang terkesan jenaka disamping tampaknya kedekatan antara presiden mahasiswa tersebut dengan rektornya sebagai mitra kerja. Namun yang sangat menarik adalah perkataan "jika didunia ini yang bisa salah maka mahasiswalah yang berhak untuk salah itu".

Sabtu, 08 Mei 2010

Profilku

Nama                       : Andi Josua Telaumbanua.
Tempat,Tgl lahir : Sibolga,05 Maret 1989.
Alamat                  : Jl.Hutabatu V no.4,Kelurahan hutabarangan,
                                 Kecamatan sibolga utara, Kota Sibolga.
Email                    : andijosua@yahoo.co.id


Pendidikan:
-Formal:
SD Negeri no.081227 Sibolga 1994-2000.
SMP Negeri 2 Sibolga 2000-2003.
SMK Negeri 2 Sibolga 2003-2006.
IKIP Gunungsitoli Jur.Pendidikan Matematika 2007-2013.



-Non formal/Pelatihan
> Diklat Pasukan Kibar Bendera(PASKIBRA) Barisan 45 Gerakan Pramuka Kota Sibolga 2004.
> Pelatihan pengenalan dan penggunaan internet bagi siswa oleh Telkom 2006.
> Pelatihan kangker terpadu paripurna(PKTP) Provinsi Sumatera Utara di Medan 2006.
> Pelatihan satuan tugas penanggulangan bencana(satgana) PMI Cabang Kota Sibolga 2006.
> Kursus Mahir Dasar (KMD) Gerakan Pramuka di Sibolga 2007.
> Pelatihan pertolongan pertama dan kesiagaan menghadapi bencana,The johaniter international assistance di Gunungsitoli 2008.
> Pelatihan kejurnalistikan IKIP Gunungsitoli 2009.
> Latihan Pengembangan Kepemimpinan (LPK) Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Sumatera Utara di Sibolangit 2009.
> Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GmnI) cabang Nias 2010.
> Pelatihan Kader GMNI Sumatera Utara di Sibolga 2011


Pengalaman Organisasi:
1. Ketua Purna PASKIBRA Barisan 45 Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kota Sibolga 2004.
2. Ketua OSIS SMK Negeri 2 Sibolga 2004-2005.
3. DKC Bidang Penelitian dan Pengembangan Gerakan Pramuka kota sibolga 2004-2009.
4. Wakil sekretaris Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Pendidikan Matematika 2007-2008.
5. Sekretaris Komisariat GmnI FPMIPA IKIP Gunungsitoli 2008.
6. Wakil Ketua bidang kaderisasi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GmnI Nias 2008-2010.
7. DKC bidang evaluasi dan pengembangan Gerakan Pramuka Kota Sibolga 2009-2011.
8. Sekretaris Jenderal Pengurus Besar (PB) Gerakan Mahasiswa Sibolga (Germasi) 2009-2014

Jumat, 23 April 2010

Hinakah seorang demonstran???

Wahai kalian yang rindu kemenangan,
Wahai kalian yang turun kejalan,
Demi mempersembahkan jiwa dan raga,
Untuk negeri tercinta.

Itulah sepengal syair lagu yang sering dinyanyikan pada saat melakukan demonstrasi. Demonstrasi/unjuk rasa adalah sebuah kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau lebih untuk mengutarakan pemikiran dengan lisan atau tulisan dimuka umum. Demonstran adalah orang yang ikut dalam demonstrasi/unjuk rasa.

Menjadi seorang demonstran kerap mendapatkan cibiran. Apalagi ketika demonstran tersebut adalah mahasiswa. Memang belakangan ini cap demonstran kerap dipegang oleh mahasiswa. Padahal berdemonstrasi merupakan hak semua orang. Cibiran-cibiran yang dilontarkan disebabkan adanya pemikiran bahwa mahasiswa yang ikut demonstrasi tersebut adalah orang-orang yang tidak beres. Hal ini disebabkan ada banyak mahasiswa yang "mengaku" demonstran terlambat menyelesaikan studinya, bahkan harus D.O akibat telah melewati batas waktu yang ditentukan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan. Cara berpakaian mahasiswa tersebut juga biasanya acak-acakan. Akibat hal tersebut mahasiswa lainnya enggan untuk berteman dengan mahasiswa tersebut. Masyarakat juga terkadang tidak suka dengan seorang demonstran karena pada saat pelaksanaan demonstrasi kerap berefek kepada kondisi sosial yang membuat masyarakat merasa dirugikan, seperti kemacetan akibat demonstrasi.

Padahal efek negatif yang seolah-olah muncul dari demonstran tadi sebenarnya bukanlah akibat dari berdemonstrasi. Mahasiswa yang terlambat menyelesaikan studi dan berpakaian acak-acakan disebabkan oleh perilaku personal mahasiswa tersebut dan efek sosial pada masyarakat datangnya dari masyarakat itu sendiri, kemacetan bukan karena demonstrasinya tapi akibat banyaknya kendaraan tidak seimbang dengan jumlah jalan yang ada.

Menjadi seorang demonstran tidaklah gampang, sebab seorang demonstran bukanlah seorang yang selalu hanya ikut pada saat demonstrasi. Karena kalau hanya ikut pada saat demonstrasi belum bisa disebut seorang demonstran tapi hanya simpatisan. Seorang demonstran adalah orang yang sejak awal telah sadar akan sesuatu hal dan mencoba mendiskusikan dengan beberapa orang sadar lainnya dan mereka menyimpulkan adanya kesalahan yang perlu diutarakan melalui lisan ataupun tulisan. Setelah menyadari adanya kesalahan,

Sabtu, 13 Maret 2010

Ujian Nasional "Menakutkan"

Beberapa hari kedepan siswa/i ditingkat Sekolah Menengah Atas dan yang Sederajat akan melaksanakan Ujian Nasional yang diselenggarakan serentang diseluruh Indonesia adalah agenda tahunan yang selalu memicu permasalahan. Hampir setiap tahun dibeberapa daerah akan ditemukan kecurangan pada pelaksanaan UN dimaksud. Apalagi dampak yang disebabkan UN tersebut terhadap siswa yang tidak lulus memberikan kerugian yang sangat berarti. Antaralain kerugian biaya akibat bertambahny 1 tahun lagi masa sekolah. Disamping itu efek phisikologis yang diterima siswa/i tersebut begitu besar,bahkan mampu memberikan guncangan kejiwaan.

Pada tahun ini kontroversi UN yang bermula dari putusan MA tentang UN, awalnya membawa angin segar. Namun putusan tersebut sama sekali tidak mempengaruhi pelaksanaan UN.

Perguruan tinggi yang akan menjadi Tim Pemantau Independen (TPI) kembali akan melaksanakan tugasnya. Seperti yang terjadi di kampusku IKIP Gunungsitoli telah menjaring mahasiswa yang akan menjadi Tim Pemantau tersebut. TPI ini diharapkan mengawasi agar tidak terjadinya kecurangan, padahal pelaksanaannya kelak TPI bagaikan manusia buta. Seperti pengakuan beberapa teman yang dengan terpaksa menerima uang dari pihat sekolah agar yang bersangkutan tidak persis di lokasi UN pada saat berlangsungnya ujian.

Minggu, 07 Maret 2010

Mahasiswa-Agen Perubahan

Mahasiswa adalah agen perubahan (agent of change), itulah predikat yang melekat. Predikat tersebut datang dari peristiwa-peristiwa yang telah dicatatkan oleh sejarah khususnya di Tanah Air ini. Sejak 1908 hingga saat ini Mahasiswa melalui kelompok-kelompok yang dibentuk selalu memberikan kontribusi yang besar untuk mendorong terjadinya perubahan.

Perubahan tersebut datang dari hasil diskusi kelompok-kelompok Mahasiswa. Diskusi tersebut dominan membahas kondisi sosial yang sedang terjadi. Sehingga melalui diskusi tersebut, para Mahasiswa menemukan adanya kebijakan-kebijakan yang salah dan perlu di protes melalui aksi massa.

Namun ada banyak Mahasiswa yang tergabung dalam kelompok-kelompok tersebut tidak sampai selesai dalam kuliahnya. Ada yang cabut keluar(tidak kuliah lagi), ada yang D.O akibat telah melewati batas waktu

Sabtu, 13 Februari 2010

Ada apa dengan penyerangan markas LSM BENDERA??

Dini hari tadi markas Bendera diserang orang tak dikenal. Penyerangan itu melukai beberapa orang yang kebetulan ada di markas.

Siapa pelakunya?sampai sekarang belum di ketahui. Kritikan yang disampaikan bendera sepertinya membuat yang bersangkutan panas,sehingga berperilaku anarkis.