Home » , » Pancasila untuk kemerdekaan seutuhnya

Pancasila untuk kemerdekaan seutuhnya

Enam puluh lima (65) tahun yang lalu pada tanggal 16 agustus 1945 para pemuda membawa lari bung karno dan bung hatta ke Rengasdengklok,kedua tokoh tersebut awalnya tidak mengerti untuk apa mereka dibawa. Namun setelah menerima penjelasan mereka berdua baru mengerti apa keiginan para pemuda saat itu, yakni memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Namun usaha pemuda untuk mendesak bung karno dan bung hatta memproklamasikan kemerdekaan di Rengasdengklok tidak terlaksana. Karena bung karno dan bung hatta ingin memproklamasikan kemerdekaan di Jakarta.

Apa yang dikerjakan pemuda pada saat itu disebabkan adanya kekosongan penguasa/penjajah di Indonesia sebab pada saat itu Jepang mengalami kondisi meliter yang buruk. Karena 2(dua) daerah utama di Jepang telah dibom oleh sekutu yakni Hirosima dan Nagasaki. Sementara Belanda ingin kembali menjajah Indonesia. Melihat kondisi tersebutlah para pemuda mengambil tindakan agar proklamasi segera didegungkan disela-sela peralihan.

Sejarah 16 agustus 1945 yang lebih dikenal dengan peristiwa Rengasdengklok telah tenggelam ditelan oleh monster-monster yang penuh dengan perayaan serimonial tanpa mengerti makna bahkan sejarah tersebut. Semua rakyat menikmati perayaan peringatan proklamasi mulai dari simiskin hingga si kaya. Mulai dari lomba makan kerupuk hingga bentuk kemeriahan yang mewah. Disatu sisi itu membuktikan bahwa bangsa Indonesia masih ingat hari proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia meski banyak melupakan rentetan kejadian sebelum proklamasi tersebut. Mulai dari pidato-pidato founding father's tentang dasar negara kita hingga peristiwa satu hari sebelum proklamasi.

Saat ini setelah 65 tahun merdeka, Indonesia dengan bentuk wajah yang selalu berubah-ubah sesuai dengan orde yang berkuasa tidak pernah berada dalam kondisi stabil. Seperti air laut yang setiap kalinya bergoyang hingga membentuk ombak yang menghempas dipinggir pantai begitulah Indonesia sejak proklamasi. Air laut yang setiap kalinya bergoyang ibarat masa pemerintahan sebuah orde yang selalu mendapat sikutan-sikutan dari kelompok-kelompok yang tidak pro,kemudian terjadi ombak dan pecah terhempas dipinggir pantai merupakan bentuk-bentuk gerakan yang menyebabkan terganggunya stabilitas hingga perubahan pimpinan pemerintah.

Kemerdekaan adalah jembatan emas menuju Indonesia yang berkeadilan dan sejahtera, begitu bung karno mengatakannya sewaktu Jepang menjanjikan kemerdekaan kepada Indonesia dengan syarat menunggu seluruh rakyat Indonesia sejahtera. Diujung jembatan tersebutlah Indonesia sejahtera,sementara diujung yang satunya Indonesia belum merdeka dan kemerdekaan adalah jembatan menuju cita-cita. Hanya Bung Karnolah yang paham betul dengan jembatan tersebut sebab dia yang membangun jembatan itu.

Kemerdekaan yang seutuhnya.
Merdeka berarti bebas dari penjajahan,merdeka untuk hal tersebut sudah didapatkan oleh Indonesia. Namun justru saat ini rakyat Indonesia sedang berjuang keras melawan penjajah oleh bangsa sendiri. Banyaknya para pemangku kekuasaan yang melakukan penyelewengan uang negara merupakan satu bentuk penjajahan atas bangsa sendiri. Sebab seharusnya uang negara diperuntukkan bagi kepentingan umum berubah fungsinya menjadi kepentinan pribadi.

Perihal itulah yang menyebabkan kobaran semangat perjuangan yang diteriakkan melalui kata "Merdeka" semakin pudar. Masyarakat semakin enggan menyebutkan "Merdeka". Karena apa yang dirasakan saat ini justru jauh dari apa yang disebut merdeka. Apalagi untuk merdeka seutuhnya. Meskipun demikian semua proses untuk terus menemukan merdeka seutuhnya tidaklah sampai disini.

Hal ini dapat dilihat dari proses pencarian bentuk di Indonesia, sejak reformasi hingga kini Indonesia sibuk mengais-gais bentuk sistem yang akan dipergunakan guna mengemudikan kendali pemerintahan di Indonesia. Kesibukan mencari bentuk sistem tersebut disebabkan atas ketidakpahaman sejarah. Padahal kita ketahui ada dua sistem yang sangat besar di dunia yakni kapitalisme dan sosialisme yang kedua-duanya banyak dipergunakan negara-negara besar. Negara kita tanpa harus mengunakan kedua topeng tersebut, disebabkan muka Indonesia tidak perlu mengunakan salah satu topeng itu. Karena Indonesia memiliki wajah ideologi yang gagah perkasa yakni Pancasila. Ideologi yang mampu menyatukan pluralisme. Pancasila hanya ada di Indonesia. Pancasila lahir dari bumi Indonesia yang dibidani oleh bung karno(1 Juni 1945) merupakan betuk yang mampu membawa Indonesia menuju cita-cita merdeka yang seutuhnya. Hanya dengan memahami dan menjalankan pemerintahan yang Pancasilais-lah Indonesia akan sejahtera.
Bagikan Artikel :

Artikel Terkait :

8 komentar:

inung gunarba mengatakan...

Kini, teriakan "merdeka" lebih tepat keleluasaan melakukan korupsi dan menafsirkan secara tunggal Pancasila dan nasionalisme.

Kita bisa bangga dengan Pancasila, salah satunya dengan menggunakan idiom Pancasila setiap kita bicara tindakan korupsi. Misalnya, koruptor adalah anti-Pancasila terutama Sila ketiga, keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Lantas siapa yang berani mengatakan hal itu? Lha wong menyebut korupsi itu haram saja, petinggi dan lembaga negara saja tidak berani karena bisa jadi menunjuk hidung sendiri dan para kroni termasuk penyumbang kampanye qe3

Saya seperti halnya sobat Andi Josua, bangga dengan Pancasila dan rindu Pancasila benar-benar menjadi acuan dan kutipan utama dalam membicarakan masalah bangsa ini terutama korupsi.

Oya satu lagi, saya yakin Brader Anjos sepakat bahwa nasionalisme bukan monopoli aparat berseragam coklat dan doreng hijau-hijau: Polisi dan TNI.

Rakyat awam pun adalah patriot karena kitalah pembayar pajak dan pembayar hutang negara :) Juga, rakyat kebanyakanlah yang pecinta tanah Air karena menginginkan Indonesia adil untuk semua termsuk melalui kritik dan protes demi tanah Air.

Sayang, persepsi patriotisme dan nasionalisme dipelihara dengan identik dengan angkat senjata dan identik pula dengan tiadanya kritik pada pemerintah.

Salam blogger dari Jogja, tabik dari Jakarta :)

Ayub Adiputra mengatakan...

pertama-tama izinkan ucapan kesetujuan saya dengan artikel di atas...memang bangsa ini memang belum benar-benar dalam keadaan merdeka...banyak PR yang harus selalu dikerjakan...mulai dari kemiskinan, korupsi, HIv dan semacamnya...sepertinya bangsa ini masih jauh dari kata berbenah...walaupun sudah sering digembar-gemborkan...
ea...negara ini didirikan atas dasar Pancasila dan harus dibangun dengan Pancasila juga...agar tetap selaras dengan apa yang dicita-citakan oleh para pendahulu kita...berjuang terus mas!

anjos mengatakan...

@inung gunarba : Nasionalisme memang bukan milik polisi dan TNI saja tetapi Nasionalisme milik semua rakyat Indonesia. justru saat ini di tubuh kedua instansi tersebut patut diwapadai adanya pihak yang sengaja melakukan pelemahan terhadap rasa Nasionalime. apalagi dalam instansi yang menagani teritorial sangat rentan terjadiny pelemahan rasa nasionalisme guna pencapplokan wilayah NKRI.

@ayub : terimakasih, peran serta kita juga sangat mendukung usaha-usaha pemerintah.

Amelia mengatakan...

Pancasila bukanlah ideologi negara,akan tetapi sebagai sifatnya bangsa indonesia yang memaknakan suatu komitmen untuk mengangkat harkat martabat hidup orang indonesia asli yang diamanatkan oleh sumpah pemuda,sehingga pancasila akanmenjadi falsafah bangsa yaitu sikap keberpihakan bangsa Indonesia terhadap :
1. KEberpihakan terhadap Tuhan yang maha esa
2. Keberpihakan terhadap manusia yang adil dan beradab (orang orang yang mempercayai bahwa sejarah bangsa Indonesia benar)
3. Keberpihakan agar terjadinya keutuhan NKRI
4. Keberpihakan kepada rakyat yang tertindas,terbodohi,teraniaya yang akan dipimpin oleh orang orang yang akan selalu menambah ilmu pengetahuannya di dalam lembaga bangsa (mpr/bermusyawarah) dan lembaga negara
5. keberpihakan agar tercapainya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Apabila pancasila hanya diketahui isinya tetapi tidak dipahami dan diamalkan nilai - nilai dari pancasila maka akan hancur dan lama kelamaan luntur, Maka bangsa Indonesia harus dan wajib membenahi mentalitas yang telah melupakan pancasila dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.
Seperti kita ketahui, jiwanya pancasila adlah jiwanya bangsa Indonesia, sehingga kita harus bisa memegang teguh prinsip pancasila karena yang memegang teguh prinsip pancasila adalah manusia sejati.

anjos mengatakan...

@amelia : pancasila memang sifatnya bangsa Indonesia karena pancasila itu sendiri lahir dari perutnya bumi Indonesia, makanya dijadikan ideologi negara. agar negara ini berbuat dan bertindak untuk rakyat sesuai dengan amanah pancasila yang tidak lain adalah sifat bangsa Indonesia tadi.

Anonim mengatakan...

sebenarnya islam mempunyai pandangan yang lebih luas dari nasionalis
kunjungi blog saya ya
www.ngobrolislami.wordpress.com

ferry

Petisi 28 mengatakan...

mas .. aku dari www.petisi28.com pengen sumbang link dong, ama tulisan, semoga kita terus menyuarakan kebangkitan pemuda dan pancasila

anjos mengatakan...

@petisi 28 : link akan ku cantumkan,kalau mau nyumbang tulisan kirim aja ke email ku

Poskan Komentar

silakan berikan tanggapan atau masukan!
Komentar anda akan terbit setelah di setujui

 
Support :Johny Template | powered by Blogger
Copyright © 2008-2013. Anjos Blog - All Rights Reserved