Minggu, 25 Desember 2011

12 Tahun untuk 1

Kondisi saat ini sudah tidak ada lagi satu lowongan pekerjaan pun yang membutuhkan minimal syarat pelamarnya serendah-rendahnya lulusan Sekolah Dasar (SD). Bahkan untuk menjadi seorang prajurit tamtama pun yang pada syarat-syaratnya hanya membutuhkan sebuah ijazah Sekolah Menengah Pertama(SMP) pun banyak dilamar dengan mengunakan ijazah Sekolah Menengah Atas(SMA). Di tempat kerja lain saat ini untuk mengapatkan pekerjaan hanya dengan bermodal lulusan SMA bukanlah hal yang sangat mudah. Untuk menjadi seorang tukang bersih-bersih kantor pun harus terlebih dahulu memiliki ijazah SMA. Yang sangat ironisnya di birokrasi pemerintahan bahkan nyaris tidak menerima lagi seorang dengan lulusan SMA untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil. Sehingga banyak para sarjana yang ditempatkan sebagai juru ketik bahkan sebagai pengantar surat. Menjadikan ilmu yang didapatkan selama dibangku kuliah menjadi sia-sia.

Kamis, 20 Oktober 2011

Stop Natural

Semua orang sepertinya memberikan harapan yang besar kepada persepakbolaan Indonesia untuk mampu mengangkat martabat bangsa ini di tengah-tengah keterpurukan yang kian menjadi-jadi. Cara-cara instan pun ditempuh untuk menggapai harapan itu. Yakni dengan melakukan naturalisasi yang tidak tanggung-tanggung jumlahnya. Seteleh Gonzales, irfan dan kim kini ditambah dengan 5 orang lainnya, kelimanya rata-rata telah merumput di Indonesia selama 5 tahun.

Menaturalisasi pemain memang salah satu cara untuk mendongkrak prestasi sepakbola Indonesia. Meskipun belum ada jaminan jika semakin banyak pemain yang dinaturalisasi maka prestasi akan dicapai. Sangat aneh ketika terlalu sulit untuk menemukan 30 orang dari jumlah penduduk Indonesia yang berjumlah sekitar 230 juta jiwa untuk membela bangsa ini memaluli sepakbola sehingga harus melakukan naturalisasi. Secara tidak langsung orang-orang yang melakukan naturalisasi ini telah melecehkan dan menuduh secara tidak langsung bahwa generasi bangsa ini tidak memiliki kelayakan dan kemampuan untuk membela martabat bangsa ini dikancah internasional.

Minggu, 25 September 2011

Indonesia Meledak Lagi!

Harus ada lagi yang di evaluasi. Itulah kata yang tepat setelah meledaknya bom GBIS Solo. Ledakan bom bunuh diri itu kembali mengingatkan ledakan-ledakan yang pernah terjadi di Indonesia. Prestasi Polri yang berhasil selama ini membekuk para pelaku terorisme seakan-akan kembali dipertanyakan. Artinya setelah penangkapan beberapa kali kelompok teroris Polri seakan-akan kembali tidur tanpa melakukan pencegahan tidak terorisme lagi dengan kecolongannya kembali kejadian bom bunuh diri ini.

Rabu, 21 September 2011

Media Online Media masa depan

Kemajuan zaman yang serba cepat saat ini memicu segala perkembangan disegala aspek. Demikian halnya di bidang jurnalisme juga mengalami era digital yang mana setiap orang mampu mengakses informasi terutama berita aktual dimana pun berada dengan dukungan perangkat telepon selular. Hal ini disebabkan kemampuan media online yang menyuguhkan informasi hanya beberapa menit setelah kejadian dilapangan.

Rabu, 01 Juni 2011

Manusia Rekaan

Manusia rekaan bukanlah manusia hasil kloning atau manusia robot. Tetapi manusia yang memiliki jiwa raga tetapi dikekang oleh orang lain sehingga terbentuk menjadi manusia sesuai keinginan orang lain bukan sesuai keinginan pemilik tubuh. Akibatnya si manusia tadi tercipta menjadi manusia yang egosentris. Manusia yang berpikir karena dirinya,bukan karena orang lain. Dia tidak mengganggu orang lain bukan karena orang lain itu tapi demi dirinya.

Perilaku demikian disebabkan oleh kondisi komponen pendidikan yang sudah tidak selaras lagi. Tiga komponen pendidikan itu adalah keluarga, lingkungan, dan sekolah. Keluarga dalam hal ini orangtua yang merupakan pendidik utama telah lupa akan perannya. Orang tua hanya sibuk dengan urusan pekerjaan sehingga didikan-didikan yang bersifat kearifan lokal tidak lagi didapatkan oleh sianak. Keterbatasan orang tua dalam mendidik harusnya dilengkapi oleh lingkungan justru menjadikan teori terbalik.

Lingkungan kerap tidak peduli dengan perilaku sianak apalagi ketika lingkungan tersebut merupakan lingkungan yang "tidak sehat". Lingkungan yang seharunya mengajarkan si anak bagaimana membangun komunitas sosial dan rasa solidaritas yang minim didapatkan dikeluarga berubah menjadi mengajarkan pembentukan komunitas ekstrem, yakni komunitas yang mengabaikan kondisi orang lain, komunitas yang merendahkan derajat orang lain. Sementara rasa solidaritas hanya menjadi bagian dari komunitas ekstrem tersebut dan cuek terhadap komunitas diluarnya.

Kondisi ini semakin diperparah oleh persekolahan kita, persekolahan yang harusnya memberikan pengajaran mendapatkan beban yang menumpuk akibat kondisi keluarga dan lingkungan tadi. Keterfokusan sekolah harusnya mengajarkan si anak dalam menumbuhkembangkan intelektualnya, berubah menjadi mendidik si anak agar lebih bermoral. Hal ini bisa dilihat dengan gencar-gencarnya Kementrian Pendidikan Nasional untuk melaksanakan pendidikan karakter di sekolah-sekolah. 

Senin, 09 Mei 2011

Taruhan Bola

Siapa yang tidak tahu dengan sepakbola, olah raga ini merupakan olah raga yang banyak diminati berbagai kalangan.Bukan hanya kaum adam, kaum hawa pun punya sejuta ketertarikan pada olah raga ini. Tetapi kalau hanya sebagai penonton semata tentu kurang memberikan keberuntungan. Sebab melalui sepakbola keberuntungan pun bisa diuji melalui taruhan bola. Taruhan bola mampu memberikan kenikmatan tersendiri bagi para petaruhnya.

Ada beberapa tempat untuk melakukan taruhan bola yakni :

1. SBOBET
SBOBET menawarkan permainan taruhan online 500 acara pertandingan olahraga setiap minggunya juga terbuka bagi bettors diseluruh dunia. 

Kamis, 07 April 2011

Refleksi Gempa Nias, Mengembalikan Kearifan dan Kebajikan*

Masyarakat Nias selama enam tahun terakhir manja oleh uang yang diberikan lembaga swadaya masyarakat (LSM) atau lembaga donor. Ajaran leluhur pun ditinggalkan, mereka selalu mengharap imbalan di setiap pekerjaan saat menolong orang lain.

Gempa besar 28 Maret 2005 telah mengundang simpati banyak negara. Bantuan berdatangan dan banyak program perbaikan dilakukan selama ini. Nias yang semula terisolasi menjadi perhatian baru dunia.
Sumbangsih LSM berdampak besar bagi pemulihan kondisi Nias yang berantakan. Berbagai macam fasilitas hidup diberikan, warga memiliki penghasilan sebab mereka  membutuhkan tenaga kerja warga lokal. Sehingga perekonomian pun di Nias bergerak dengan laju yang baik.

Sayang, kehadiran LSM pada sisi lain menambah kerusakan Nias.

Rabu, 06 April 2011

Memulai langkah membangun Nias

Usai pemilukada para calon terpilih pun segera bersiap-siap untuk memegang tongkat kepemimpinan dalam membangun daerah otonom di Kepulauan Nias. Hanya tinggal satu daerah lagi yakni Kabupaten Nias, maka era kepemimpinan di Kepulauan Nias ini akan dimulai. Masyarakat pun akan segera membuat daftar evaluasi terhadap para pemimpinnya akan janji yang telah dibuat pada saat kampanye yang lalu.

Kecenderungan masyarakat dalam menyimpulkan keberhasilan pemimpinnya dengan melihat langkah-langkah awal yang dibuat oleh si pemimpin merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh kepala daerah terpilih. Jika salah menafsirkan keinginan masyarakat, maka seorang pemimpin akan kehilangan kepercayaan masyarakat. Sementara untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat bukanlah hal yang mudah.

Dalam melaksanakan pembangunan, kepercayaan masyarakat adalah modal utama yang harus dimiliki kepala daerah. Sebab tanpa masyarakat keberhasilan rencana yang telah dibuat akan berada pada tingkat pencapaian yang sangat rendah.

Senin, 28 Februari 2011

Keramaian Dirumahku*

Tiba-tiba aku tersentak dari mimpi indah dan berlari ke depan rumah untuk melihat apa gerangan ribut dipagi liburan ini. Dimana seharusnya aku bebas bangun pukul berapa saja tanpa harus terlambat ke sekolah karena sedang libur. Di beranda rumah sepulahan anak muda yang tidak aku kenal baru saja tiba dari Teluk Dalam, Ibukota Kabupaten Nias Selatan. Aku tahu itu dari bapakku yang mulai renta. Beranda rumah yang kecil tempat biasa aku dan kawan-kawan bermain di penuhi oleh sepeda motor mereka. Orang-orang muda itu berkelakar mengenai perjalanan panjang mereka sesaat sebelum dipersilahkan masuk ke dalam rumah.

Satu persatu mereka mengambil tempat duduk,lalu bercerita dengan bapakku. Dari cerita itu aku ketahui mereka adalah mahasiswa dari gunungsitoli yang akan melakukan survey mengenai persebsi masyarakat terhadap pilkada Nias Selatan dibeberapa desa kecamatan Gomo. Setelah menanyakan situasi dan letak-letak desa yang akan dikunjungi. Mereka pun menyudahi istirahatnya serta mempersiapkan peralatan surveynya dan langsung berangkat ke desa tujuan pertamanya.

Jumat, 07 Januari 2011

Dicari Pemimpin Ideal untuk "Ono Niha"

Salah satu bentuk demokrasi di daerah otonom adalah pemilihan kepala daerah secara langsung oleh masyarakat. Demikian halnya dengan daerah di kepulauan Nias yang dalam waktu dekat akan mengadakan pemilihan umum kepala daerah.

Kepulauan Nias yang sejak Oktober 2008 telah terbagi menjadi 5 daerah pemerintahan daerah tingkat II yang sebelumnya telah mekar menjadi 2 kini terdiri dari 4 kabupaten dan 1 kota, yaitu Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Nias Utara, dan Kota Gunungsitoli. Kelima wilayah pemerintahan itu memiliki potensi sumber daya yang perlu di kembangkan guna melaksanakan pembangunan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat.

Rabu, 05 Januari 2011

FORMULASI KELULUSAN

Ditengah-tengah hiruk pikuk keistemewaan yogyakarta dan penarikan subsidi BBM yang tak kunjung usai bahkan semakin diributkan ditambah lagi dengan gonjang-ganjing di tubuh mahkamah konstitusi membuat perhatian publik terarah ke hal itu. Sebab masalah-masalah demikian terlalu asik untuk dibicarakan. Dari kalangan bawah sampai atas bisa membicarakannya. Karena tidak terlalu membutuhkan kajian ilmu yang mendalam untuk menyikapinya. Apalagi jika semakin dibawa keranah politik maka akan semakin menjadi santapan yang nikmat buat sarapan pagi sambil minum kopi di warung kopi.

Meskipun begitu besar perhatian publik akan perihal tersebut. Ada sesuatu yang juga tidak kalah pentingnya dari semua masalah itu. Sesuatu yang setiap tahunnya menjadi dilema bangsa ini yang juga tidak pernah kunjung usai ditangani. Bahkan seakan-akan diendapkan jika bulan-bulannya telah terlewatkan sedikit dan kemudian memanas lagi ketika mendekati bulan pelaksanaannya. Hal itu adalah ujian nasional(UN).

Semenjak beberapa tahun belakanganini,banyak kalangan khususnya dari pendidikan yang selalu menaruh perhatian besar pada UN. Sebab setiap tahunnya untuk menentukan kelulusan para siswa akan dihadapkan dengan UN. Meskipun Menteri Pendidikan Nasional(Mendiknas) selalu mengatakan UN hanya menjadi salah satu persyaratan kelulusan. Namun kenyataannya siswa banyak yang tidak lulus akibat UN.

Sabtu, 01 Januari 2011

Pendidikan