Kamis, 07 April 2011

Refleksi Gempa Nias, Mengembalikan Kearifan dan Kebajikan*

Masyarakat Nias selama enam tahun terakhir manja oleh uang yang diberikan lembaga swadaya masyarakat (LSM) atau lembaga donor. Ajaran leluhur pun ditinggalkan, mereka selalu mengharap imbalan di setiap pekerjaan saat menolong orang lain.

Gempa besar 28 Maret 2005 telah mengundang simpati banyak negara. Bantuan berdatangan dan banyak program perbaikan dilakukan selama ini. Nias yang semula terisolasi menjadi perhatian baru dunia.
Sumbangsih LSM berdampak besar bagi pemulihan kondisi Nias yang berantakan. Berbagai macam fasilitas hidup diberikan, warga memiliki penghasilan sebab mereka  membutuhkan tenaga kerja warga lokal. Sehingga perekonomian pun di Nias bergerak dengan laju yang baik.

Sayang, kehadiran LSM pada sisi lain menambah kerusakan Nias.

Rabu, 06 April 2011

Memulai langkah membangun Nias

Usai pemilukada para calon terpilih pun segera bersiap-siap untuk memegang tongkat kepemimpinan dalam membangun daerah otonom di Kepulauan Nias. Hanya tinggal satu daerah lagi yakni Kabupaten Nias, maka era kepemimpinan di Kepulauan Nias ini akan dimulai. Masyarakat pun akan segera membuat daftar evaluasi terhadap para pemimpinnya akan janji yang telah dibuat pada saat kampanye yang lalu.

Kecenderungan masyarakat dalam menyimpulkan keberhasilan pemimpinnya dengan melihat langkah-langkah awal yang dibuat oleh si pemimpin merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh kepala daerah terpilih. Jika salah menafsirkan keinginan masyarakat, maka seorang pemimpin akan kehilangan kepercayaan masyarakat. Sementara untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat bukanlah hal yang mudah.

Dalam melaksanakan pembangunan, kepercayaan masyarakat adalah modal utama yang harus dimiliki kepala daerah. Sebab tanpa masyarakat keberhasilan rencana yang telah dibuat akan berada pada tingkat pencapaian yang sangat rendah.