Jumat, 22 Juli 2016

Motivasi Saya Mengikuti Diklat Online Guru Melek IT (DOGMIT) angkatan 9 tahun 2016

Perkembangan Zaman yang begitu pesat saat ini memberikan efek pada perkembangan teknologi. Dunia Pendidikan yang merupakan embrio awal perkembangan teknologi juga mendapatkan rembesan dari perkembagan teknologi tersebut. Berbagai fasilitas memberikan manfaat kegiatan belajar mengajar di dunia pendidikan

Sebagai bagian dari kelompok sosial masyarakat, guru yang sehari-hari hadir di depan kelas harus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi di dunia pendidikan. Menjadikan teknologi sebagai media membimbing siswa dalam mengali potensi yang ada.

Menjawab tantangan tersebut, saya sebagai guru harus belajar memanfaatkan teknologi dalam mempersiapkan kegiatan belajar mengajar yakni dengan mengikuti diklat yang berhubungan dengan teknologi. Mengingat wilayah kerja saya yang masih minim pelaksanaan diklat terutama yang berkaitan dengan teknologi sehingga membuat saya menelusuri pelaksanaan diklat secara online.

Hasil penelusuran, saya menemukan Diklat Online Melek IT (DOGMIT) yang fasilitatornya adalah Pak Sukani seorang guru yang memiliki prestasi di bidang IT. Diklat yang diselenggarakan juga bukan baru pertama sekali. Ada puluhan angkatan diklat yang telah diselesaikan menjadikan diri saya yakin untuk mengikuti diklat online tersebut.

Mengikuti Diklat Online Melek IT (DOGMIT) juga memberikan kemudahan bagi diri kita, karena dapat mengatur waktu sesuai jadwal kosong yang kita miliki. Meski dapat mengatur jadwal sendiri di Diklat Online Melek IT (DOGMIT). Kita tetap tidak sebebas semau kita, pasalnya sejak dari awal kita di tuntut untuk membuat jadwal yang merupakan bagian dari penugasan dalam diklat tersebut.

Akhir kata, melalui Diklat Online Melek IT (DOGMIT) ini saya berharap mampu memanfaatkan teknologi guna mendukung pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.

Senin, 31 Maret 2014

Caleg Kota Gunungsitoli Minim Potensi, 98,7 Persen Tidak Punya Riwayat Perjuangan


Potensi Calon Anggota Legislatif (Caleg) peserta Pemilihan Umum di Kota Gunungsitoli masih jauh dari yang diharapkan, pasalnya 98,7 persen tidak punya riwayat perjuangan. Hal itu disampaikan oleh Andi Josua Telaumbanua, narasumber seminar sehari dalam rangka Dies Natalis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ke 60 bertempat di Gedung Nasional, Sabtu (22/3/2014).

“Hal itu bisa dilihat dari persentase Caleg yang memiliki perjuangan hanya 1,3 %. Artinya dari 230 Orang Caleg yang ada, hanya 3 orang caleg yang memiliki riwayat perjuangan. Padahal ada 8,7% Caleg yang masih berstatus anggota DPRD, tentu menjadi satu pertanyaan besar bagi anggota DPRD yang kembali maju tersebut, apa yang telah dilakukan selama 5 tahun ini? Sehingga tidak ada riwayat perjuangan,”ucap Andi saat menyampaikan materi yang berjudul Mengupas Potensi Caleg Kota Gunungsitoli Tahun 2014 yang diselenggarakan oleh DPC GMNI Gununsitoli-Nias.

Dalam paparan, Andi menjelaskan bahwa potensi caleg yang disampaikan berasal dari formulir BB-11 yang telah diisi oleh Caleg dan diserahkan kepada Komisi Pemilihan Umum Kota Gunungsitoli. Formulir yang mengacu pada Peraturan Komisi Pemilihan Umum No 7 Tahun 2013 tentang Pencalonan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota digunakan sebagai sumber data dengan poin-poin, usia, Jenis Kelamin, Riwayat Pendidikan, Kursus/Diklat yang pernah diikuti, Riwayat Organisasi, Riwayat Pekerjaan, Riwayat perjuangan.

“Ada 230 orang caleg sementara yang akan terpilih nantinya adalah sebanyak 25 orang. Diatara 230 Caleg tersebut terdiri dari 88 orang adalah caleg perempuan,”ungkap Andi.

Wakil Ketua Bidang Kaderisasi DPC GMNI Nias Periode 2008 – 2010 ini juga menjelaskan, melalui data yang diolah ditemukan bahwa caleg yang maju masih didominasi latar pendidikan tingkat SMA Sederajat sebanyak 71,59 Persen, sementara sisanya adalah lulus dari perguruan tinggi.

“Meski sebanyak 28,41 persen caleg yang maju adalah lulusan perguruan tinggi tetapi hanya 5,65 persen caleg yang pernah aktif di organisasi mahasiswa semasa kuliahnya. Padahal organisasi mahasiswa sangat dikenal sebagai wadah kritis dalam membangun pemikiran-pemikiran kerakyatan. Sementara caleg yang maju dari lulusan perguruan tinggi minim berorganisasi semasa kuliah,”terangnya.

Dari sisi kemampuan politik, Andi juga meragukan kemampuan politik yang dimiliki oleh para caleg. Pasalnya caleg yang maju hanya 28,70 persen yang telah berpartai politik sejak 2012. Jika dilihat dari tahun 2010 angka persentase semakin kecil yakni 15,22 persen.

“Jika semakin jauh kita tarik kebelakang, persentasi tersebut akan semakin kecil, bahkan ada 44,35 persen caleg yang tidak punya pengalaman organisasi. Fenomena ini bisa saja mengindikasikan bahwa masih ada caleg yang maju hanya untuk mendulang suara partai.”ucapnya.

Dari data yang disampaikan sebanyak 56,52 persen caleg yang ada sedang tidak punya pekerjaan. Caleg terbesar yang tidak punya pekerjaan ada pada daerah pemilihan Gunungsitoli 3 yakni sebesar 60,47 persen.

“Sangat ironis ketika menjadi seorang DPRD dijadikan untuk tempat mencari pekerjaan, bisa saja akibatnya nanti. Selama 5 tahun fungsi legislasi, penganggaran dan pengawasan tidak dapat dilakukan secara benar. Seperti yang kita lihat pada kinerja DPRD Kota Gunungsitoli Periode 2009-2014, belum ada Perda yang terlahir dan bermanfaat bagi masyarakan banyak,”kata lulusan Pendidikan Matematika IKIP Gunungsitoli itu.

Bahkan, data terakhir yang disampaikan menunjukkan bahwa para caleg hampir tidak memiliki potensi yang layak. Karena menjadi seorang anggota legislatif yang identik dengan perjuangan seharusnya dimulai dengan memperjuangakan kepentingan orang banyak ketika belum menjadi caleg. Tetapi pada kenyataannya hanya ada 1,82 persen di Dapil Gunungsitoli 1 yang punya riwayat perjuangan, 1,3 persen untuk dapil Gunungsitoli 2 dan 0 persen untuk Dapil Gununsitoli 3.

Pada kesempatan itu, Andi menyarankan agar partai politik kedepan memberikan pilihan yang terbaik untuk rakyat dengan memberikan pendidikan dan latihan kaderisasi kepartaian secara berkesinambungan. Sebab hanya 9,09 persen Caleg yang pernah ikut diklat partai.

Pada kesempatan itu Andi berpesan agar merubah slogan yang biasa disampaikan pada setiap kali terselenggaranya pemilu yakni, Ambil uangnya, jangan pilih Calegnya. Slogan tersebut dirasa Andi hanya menjadikan setiap pemilih dan yang dipilih menjadi seorang penipun. Yang dipilih menipu masyarakat dengan melanggara aturan sedangkan yang memilih menipu si caleg. Jika dibiasakan menurutnya akan menjadi satu budaya yang tidak baik.

 “Jika selalu dibiarkan begitu kita akan jadi bangsa penipu, karena sama-sama menipu, jadi kita rubah slogannya menjadi,Jangan Terima Uangnya dan Jangan Juga Pilih Orangnya,”ujar Andi mengakhiri.

sumber : wartanias.com

Selasa, 25 Juni 2013

Haruskah Aku Membenci Soeharto?

Nama Soeharto, yang ada di kepalaku adalah Presiden Republik Indonesia kala aku masih ada di Bangku sekolah dasar kelas 4. Dimana usia pada saat itu adalah usia yang membuat diriku tidak peduli dengan politik atau bahkan pemberitaan televisi yang ada pada saat itu yakni TVRI.

Aku pun tak mengerti kenapa tiba-tiba Soeharto di gantikan oleh wakilnya BJ Habibie. Yang masih ku ingat hanya kata-kata bapakku,”ayo nonton berita, presiden Soeharto mengundurkan diri,”itulah kata Bapakku. Tetapi dengan usiaku saat itu, jelas aku hanya mengangap itu seperti angin lalu dan pergi meningggalkan rumah untuk bermain.

Tapi sejak saat itu aku makin kesusahan dalam memuaskan hasrat bermain masa kanak-kanakku. Meskipun hubungannya aku tidak mengerti dengan pergantian presiden itu. Sebab masih terbersit di bayangan masa itu, aku tidak kesulitan untuk mendapatkan minyak tanah untuk bermain meriam bambu setiap bulan desember. Karena di bulan itu seperti sudah menjadi tradisi untuk menyambut natal dengan bermain meriam bambu. Harga minyak tanah yang begitu murah membuat anak-anak seusiaku mampu membeli minyak tanah sendiri dari uang receh yang di kumpulkan bersama untuk membeli minyak tanah guna minyak pada meriam bambu yang telah kami siapkan. Masih ku ingat hanya dengan uang Rp.400 kami sudah mendapatkan minyak tanah satu liter yang bisa di pergunakan untuk 3 meriam yang dapat kami pergunakan selama satu jam lebih untuk mengadu suara yang dihasilkan dari meriam bambu yang kami miliki.

Namun entah apa yang terjadi, harga minyak tanah pun semakin melambung. Untuk bermain meriam bambu pada desember mendatang pun menjadi ragu, bahkan di desember tahun-tahun berikutnya permainan itu sudah tidak ada lagi akibat harga minyak tanah yang mencekik.

Itulah ingatan masa lalu akan kanak-kanak yang belum tahu apa dan mengapa, saat ini ketidaktahuan itu juga masih ada. selalu kerap ada tanda tanya besar akan seorang nama yang pernah ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini yakni “Soeharto”.

Nama yang pernah tenar sebagai bapak pembangunan itu, saat ini lebih kerap di hujat dari pada di sanjung seperti pada masanya. Berbagai tuduhan atas kasus korupsi dan pelanggaran HAM menjadi teman yang dibawanya ke liang lahat tempat peristirahatan terakhirnya. Tetapi mereka yang menuduhkan itu hingga saat ini hanya berbicara menuduh tanpa membuat bukti-bukti ilmiah atas tuduhan itu.

Ironisnya lagi sampai saat ini usaha untuk tetap mengatakan bahwa soeharto punya banyak kesalahan selama era kepemimpinannya tetap gencar di dengung-dengungkan. Tetapi tidak seimbang dengan bukti-bukti yang dapat di perlihatkan. Bahkan terkadang penulis berpikir mereka yang dulu berteriak saat ini tentu sudah berada di posisi-posisi yang dapat membuktikan kesalahan-kesalahan soeharto tapi tidak juga mampu melakukannya.

Justru banyak saat ini yang tidak pelaku sejarah pada masa itu ikut mengatakan hal yang sama tentang soeharto. Bukan bermaksud untuk membela soeharto terlepas dari kesalahan yang di perbuatnya. Sebagai masyarakat yang tidak merasakan kesalahan soeharto tersebut wajar bertanya keras kepada tokoh-tokoh terutama bagi Kordinator Kontras, Ariz Azhar yang selalu giat mengingatkan bahwa Soeharto itu pelanggar HAM. Ingin rasanya meminta Ariz Azhar untuk menuliskan buku dan diberikan kepada saya. Agar melalui buku tersebut, ketika dapat dipahami bukan hanya Ariz Azhar lagi yang berteriak tetapi penulis sendiri pun ikut berteriak akan kesalahan-kesalahan Soeharto.

Meskipun mungkin Soeharto punya kesalahan, tetapi salahkan perorangan yang memuji bahkan mengangungkan Soeharto? Apa bedanya Soeharto dengan Soekarno?. Jika di pada era Soekarno kelompok Soekarno akan secara mati-matian membela Soekarno sementara yang kontra akan mengatakan bahwa Soekarno dekat dengan komunis (terlepas adanya perubahan makna yang ada). Demikan dengan juga dengan Soeharto ada yang pro dan kontra yang pro akan mengatakan di era Soeharto masyarakat tidak susah dapat apa-apa. Ada beras yang berkelimpahan. Sementara yang kontra akan mengatakan tidak ada kebebasan. Masyarakat hidup dalam baying-bayang otoriter.

Seperti halnya judul tulisan ini yang merupakan satu kalimat pertanyaan, awalnya penulis jawab. Tetapi akhirnya sampai pada satu kesimpulan bahwa soeharto tidak perlu di benci. Karena sebagai manusia soeharto juga bisa salah tanpa harus melupakan jasa yang di perbuatnya juga. Biarlah soeharto dan kesalahan serta kebaikannya di bahas dalam forum-forum ilmiah tanpa mengumbar ke depan publik. Karena jika para penggiat anti soeharto mengatakan soeharto melakukan pembodohon lewat kurikulum yang dibuatnya maka para penggiat tersebut pun nantinya akan melakukan pembodohan pada generasi berikutnya. Karena terbangunnya cara berpikir bagi generasi berikutnya tanpa melalui proses ilmiah yang mengatakan bahwa soekarno adalah penjahat.


Melihat hal tersebut, kita sadari bahwa sebenarnya di setiap sisi jaman mana pun akan ada pro dan kontra terhadap pimpinan. Oleh karena itu setiap kelompok agar jangan memaksakan kelompok lain untuk menerima pola pikirnya. Tetaplah saling menghargai, memberikan pikiran sah-sah saja tapi jangan salahkan mereka yang tidak ikut dengan pemikiran itu.

Kamis, 02 Mei 2013

Web/Blog Domain Sendiri, Ayo Kita Buat

Awalnya sih hanya untuk mengetahui bagaimana punya web/blog dengan nama domain sendiri tanpa harus nebeng di blogspot akhirnya sekarang jadi buat-buat web/blog yang di custom ke blogspot. Kelihatan lebih professional tapi mudah menggunakannya.

Awal ceritanya sekitar satu tahun yang lalu sekitar bulan januari 2012, meskipun sebenarnya pada awalnya sudah banyak menbaca tapi masih ragu untuk praktek. Karena rasa ingin tahu yang semakin tinggi, Anjos pun sibuk baca sana sini berbagai tulisan yang dibuat pra blogger mulai dari yang gak masuk akal sampai yang masuk ke akal. Berbekal mantra dari mbah google akhirnya nyangkut ke Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi). Dan melihat harga sewa domain web.id cuma Rp.35.000 waktu itu. (Kalau sekarang sudah Rp.50.000 an). Berhubung harga domainnya murah dibanding domain internasional akhirnya menyewa domain dengan nama andijosua.web.id (gak usah dicari lagi, sewanya da habis jadi gak bakalan muncul). Hitung-hitung untuk belajar, sebab kalau gak kesampaian juga gak rugi-rugi amat.

Setelah pembelian domain berhasil, berbekal tulisan-tulisan dan ilmu yang berserakan di dunia maya. Akhirnya domain yang di sewa di coba di custom ke blogspot, pilihan ke Blogspot dikarenakan, Anjos sudah sangat mengerti tentang blogspot Setelah mengutak-atik sana-sini, berdasarkan materi bacaaan yang ada domain baru aktif 2 x 24 jam. Sehingga masih menunggu beberapa hari lagi. Sembari menunggu dengan rasa was-was apakah berhasil atau tidak. Karena tidak sabar menunggu, domain yang di sewa tadi dicoba buka dan teryata muncul dengan gagahnya di browser( langsung teriak-teriak dalam hati).

Setelah berhasil mengcustom domain web.id akhirnya mencoba menawarkan kepada Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Sibolga Kakak Nurdin.Z untuk membuat blog Pasukan Kibar Bendera (Paskibra) Barisan 45 dengan nama domain www.paskibra45.com. Beliau pun setuju, langsung saja membeli domain tersebut di salah satu penyedia layanan jual beli domain. Akhirnya domain www.paskibra45.com yang berisi seputar kegiatan Paskibra Barisan 45 ada pada bulan Januari 2012 itu juga berselang beberapa bulan kemudian tepatnya bulan maret 2012 teman Marlius Telaumbanua juga meminta di buatkan domain untuk pusat pengembangan anak dengan nama domain www.omasio.com( sekarang www.omasio.org ).

Sejak domain terakhir hingga kurang lebih satu tahun tidak pernah lagi melakukan pembelian domain ataupun custom domain. Lalu pada Februari yang lalu rekan Samsul Pasaribu meminta tolong untuk membuatkan satu domain (dot)com untuk usaha yang baru dirintisnya, yakni penjualan baju Distro dengan merek dagang Tajurangkang.

Pada saat itu juga ilmu yang pernah di dapatkan kembali di praktekkan tapi kali ini tidak seribet yang sebelumnya. Domain www.tajurangkang.com pun di sewa sebagai toko online kaos distro Tajurangkang. Nah pada saat mengerjakan domain tersebut salah seorang teman, Misterius Telaumbanua kerap memperhatikan bahwa yang Anjos kerjakan adalah toko online. Hingga suatu hari salah seorang bertanya kepada Misterius, dan menawarkan bahwa Anjos bisa buat toko online pada yang menanyakan pembuatan toko online.

Dari hasil pembicaraan pun, pemesan tersebut ingin buat toko online yang gak ribet. Setelah sepakat Anjos pun mulai kutak-katik baca mantra dan jadilah www.niasteengallery.com . usai toko online itu selesai datang lagi permintaan buat untuk Pramuka Sibolga. Gak perlu lama-lama baca mantra www.pramukasibolga.com pun jadi juga.

Melihat pekerjaan yang asik-asik aja tanpa ada permasalahan akhirnya Anjos dan salah seorang teman coba menawarkan ke salah seorang anggota DPRD untuk dibuatkan domainnya sendiri agar segala aktivitasnya bisa terliput di situ. Anggota DPRD itu pun setuju. Kemudian dibuatkan lagi deh satu domain www.fajarwaruwu.com (masih dalam pengerjaan). Tanpa perlu menunggu waktu lama salah seorang teman Marolop Panjaitan yang bekerja di perusahaan jual beli mobil merasakan penjualan lewat dunia maya memiliki prospek yang besar sebab lewat pengalamannya hanya share di Facebook dan twitter, pembeli datang dengan sendirinya. Marolop pun meminta untuk dibuatkan satu domain www.astridoindomobil.com (masih dalam pengerjaan).

Pembuatan domain tersebut juga dibarengi dengan pengelolaan tampilan dan isinya, jadi otomatis para pemesan memberikan bayaran sesuai dengan kesepakatan. Disamping itu semua domain yang di pesan pasti di custom ke blogspot tujuannya untuk mempermudah pengelolaan.

Nah pertanyaannya, kenapa Anjos sudah bisa buat domain (dot)com tetapi blognya masih nebeng di blogspot. Jawabannya Anjos masih belum berkeinginan pakai domain (dot)com. Jawaban yang sangat simple mungkin tapi begitulah keadaanya.

Jadi bagi para blogger yang masih menggunakan blogspot dan ingin mengununakan domain sendiri dapat memesan lewat saya, harga kita sepakati bersama. Tidak perlu ragu, untuk membuktikan bahwa semua alamat domain diatas saya yang buat. Dapat dilihat pada setiap sisi bawah web/blog tertulis Anjos Blog yang di link ke andijosua.blogspot.com .

Jika tertarik dapat menghubungi saya lewat: 

No.HP : 081375924125
Email: andijosua@yahoo.co.id

Berikut daftar web/blog yang sudah dikerjakan
1. www.tajurangkang.com pemilik Samsul Pasaribu and Friend

semua domain di sewa melalu www.dijaminmurah.com

Catatan, 22 Oktober 2014
Semua domain diatas telah habis masa sewanya, sehingga jika di klik tidak akan muncuk lagi

Minggu, 30 September 2012

Pancasila (Tidak) Sakti Lagi

Hanya dalam waktu yang singkat sebuah peristiwa sejarah bisa terjadi, antara pemberontakan dan penumpasan berlangsung hanya dalam tempo waktu yang sangat singkat bahkan terhitung beberapa jam. Berbagai pendapat pun mengemuka saat ini atas peristiwa tersebut, berbeda ketika masa orde baru, hampir tidak ada yang berani secara terang-terangan untuk mengungkapkan pendapatnya tentang peristiwa itu. Peristiwa yang dikenal dengan nama Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia(G 30 S/PKI) dan kini hanya disebut sebagai G 30 S yang juga memiliki sebutan lain Gestapu dari kelompok yang berbeda.

Apapun namanya namun diingatan, peristiwa tersebut adalah sesuatu hal yang menakutkan. Sebab berlatar kekejian oleh sekelompok orang atas kelompok yang berbeda. Tudingan atas kekejian itu pun dituduhkan kepada PKI yang saat itu memiliki massa yang sangat besar sehingga mampu menjadi salah satu partai yang cukup diangap menjadi saingan oleh partai lain.

Meskipun saat ini tudingan itu mulai diragukan kebenarannya, karena para tokoh-tokoh eks tahanan politik yang pada masa itu dituduhkan sebagai anggota PKI mulai angkat bicara untuk membantah semua tuduhan yang diberikan. Tetapi bantahan yang dilontarkan tidak semerta-merta membuat peristiwa tersebut menjadi lurus. Karena pengakuan mereka para mantan tahanan politik tidak didukung oleh upaya penyebarluasan informasi yang sebenarnya. Sebab penanaman pemahaman bahwa pelaku pada peristiwa itu adalah PKI masih sangat kuat di ingatan masyarakan. Sebab cara-cara yang digunakan oleh orde baru pada saat itu sangat ampuh, yakni melalui film-film yang selalu diputar setiap tanggal 30 September juga melalui buku-buku sejarah yang diajarkan disekolah selama kurang lebih 30 tahun lamanya. Sehingga generasi yang lahir dijaman sebelum reformasi akan menjadi genarasi yang sangat membenci PKI, bahkan ironisnya setiap adanya seseorang yang bertingkah laku keji akan dituding sebagai PKI.

Sementara generasi yang lahir sejak reformasi dimana tidak pernah ditayangkannya film-film G 30 S, juga tidak pernahnya lagi dibicarakan secara mendalam dilingkungan masyarakat maupun di sekolah atas peristiwa itu menjadi tidak acuh. Bahkan hampir tidak mengetahui untuk apa bendera setengah tiang tanggal 30 September dan upacara pada tanggal 1 oktobernya. Karena bagi mereka sebuah cerita yang tidak memiliki kejelasan merupakan hal yang tidak menarik untuk diketahui apalagi dipikirkan.

Padahal bagi setiap generasi sebuah peristiwa yang sudah menjadi sejarah yang juga beriringan dengan adanya republik ini perlu diketahui. Meskipun sejarah itu adalah hal yang buruk bagi bangsa atau mungkin kesalahan yang dilakukan oleh para tokoh-tokoh yang ada pada masa itu. Karena dengan mengetahui setiap kesalahan yang pernah terjadi generasi berikutnya mampu untuk tidak melakukan kesalahan yang sama. Meskipun resikonya adalah para tokoh-tokoh itu menjadi tidak tenar dikalangan para generasi berikutnya. Namun seiring waktu, pada saat kematangan setiap generasi dalam berpikir resiko itu akan semakin terkikis dan keuntungannya bangsa ini dibangun berdasarkan fakta-fakta sejarah yang nyata.

Desakan dari berbagai elemen pun sudah beberapa kali dilontarkan kepada pemerintah untuk berperan serta dalam meluruskan sejarah tersebut. Tetapi hingga saat ini peran serta pemerintah dalam meluruskan sejarah tersebut tidak juga terlihat. Akibatnya berimbas kepada pemahaman masyarakat atas ideologi Negara ini yakni Pancasila menjadi hanya seperti jargon kampanye calon Presiden, Kepala Daerah dan Anggota Legislatif yang akan disebutkan ketika dalam hal promosi tetapi tidak akan dilaksanakan dalam kehidupan bermasyarakat.

Padahal kelompok-kelompok yang sangat tidak senang dengan kepemimpinan Soeharto secara langsung mengkritik cara-cara penanaman Ideologi Pancasila ditengah-tengah masyarakat yang dulu dikenal dengan penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4). Karena bagi mereka pemahaman Pancasila itu tidak boleh dibatasi seperti yang di tatar dalam P4 terbatas pada butir-butir Pancasila. Tetapi bagi mereka Pancasila itu harus ditafsirkan secara bebas seperti apa yang ada ditengah-tengah kehidupan bermasyarakat. Karena sila-sila pancasila itu merupakan semua perilaku yang ada ditengah masyarakat. Seperti yang dikatakan Soekarno dalam pidato 1 Juli nya bahwa Pancasila itu lahir dari buminya Indonesia dan bukan diciptakannya tetapi hanya membidani proses kelahiran tersebut.

Itulah fakta nyata atas Indeologi Pancasila di Negara ini, lantas saat ini masih seringkah diperbincangkan Pancasila itu? Jawaban penulis adalah tidak. Karena ketika seseorang diberikan kebebasan untuk menerjemahkannya tanpa ada panduan maka yang terjadi adalah kebuntuan. Sehingga yang ada Pancasila tidak Sakti lagi. Padahal setiap tahun peringatan Kesaktian Pancasila selalu dilaksanakan yang justru jauh lebih dipedulikan dari hari kelahiran pancasila.

Hal itu selaras dengan semua kejadian yang terjadi saat ini di Indonesia, yakni bentok antar warga, antar warga dan aparat penegak hukum, antar pelajar dan berbagai penyimpangan dari Pancasila lainnya. Oleh karena itu apapun yang pernah terjadi dimasa lalu pasti akan memiliki pandangan berbeda dari setiap orang.

Jika sudah demikian, apapun yang diberikan terlalu bebas bisa akan menjadi semraut. Untuk itu dalam hal Ideologi Negara, perlu ada satu acuan panduan yang diberikan untuk lebih memahami apa sebenarnya nilai-nilai yang terkandung. Jika memang dirasa perlu melukakan hal yang sama dengan penatran P4 lagi, hal itu dapat dilakukan. Tetapi dengan cara memperbaiki format yang pernah dilakukan agar tidak ada lagi yang merasa bahwa penataran adalah pembatasan tetapi sebagai langkah mempermudah memahami nilai-nilai pancasila.

Sementara untuk persekolahan, pembelajaran pancasila benar-benar diberikan berdasarkan sejarah lahirnya pancasila. Juga nilai-nilai yang terkandung dimasyarakat sehingga harus dibidani oleh Soekarno lahir dari bumi Indonesia.

Senin, 09 April 2012

Menunggu ajal diujung pensil 2b

Apa jadinya ketika setiap orang di bumi ini mengetahui kapan waktu kematiaannya, maka akan terjadi krisis kepercayaan. Kekwatiran yang berlebihan akan menghinggapi semua orang atau bahkan setiap orang sudah tidak mau lagi berbuat apa-apa hanya berdian menunggu ajal. Dilema seperti itu tidaklah salah ketika dialami oleh orang yang mengetahui kapan kematiannya, namun kenyataannya hal itu justru dialami oleh generasi muda penerus bangsa ini.

Menjelang Ujian Akhir Nasional (UAN) setiap siswa akan diberikan belajar tambahan bahkan bagi beberapa siswa akan secara khusus mengikuti les mata pelajaran di luar jam yang telah disediakan oleh sekolah. Disamping itu para siswa akan diberikan uji coba (try out) ujian pada waktu-waktu tertentu. Semua persiapan itu dilakukan agar siswa mampu menghadapi UAN nantinya.