Jumat, 12 Juni 2009

Massa GMNI Nias Demo Bawa Peti Mati Tuntut Direktur RSU Gunungsitoli Diganti * Korban Dua Kali Dioperasi Akhirnya Meninggal

Nias (SIB)
Massa Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Nias demo di RSU Gunungsitoli dan Dinkes Nias, Rabu (20/5). Mereka menuntut agar Direktur RSU Gunungsitoli dr. Yulianus Mendrofa diganti dengan alasan antara lain, selama ia memimpin RSU Gunungsitoli tidak ada peningkatan pelayanan. RSU mengutamakan uang, hanya membuat resep karena obat kurang memadai dan dokter jaga kadang-kadang tidak ada.
Dalam aksinya mahasiswa membawa peti mati dan gambar pasien yang dua kali dioperasi akhirnya meninggal dunia. Operasi dilakukan oleh dua dokter yang berbeda. Dokter pertama mengoperasi korban tapi tidak sembuh, lalu dokter kedua mengoperasi akhirnya korban meninggal dunia. Diagnosa dokter pertama berbeda dengan dokter yang kedua.

Kadis Kesehatan Nias dr. Y. Dawolo yang diminta wartawan tanggapannya atas tuntutan mahasiswa agar Direktur RSU Gunungsitoli diturunkan mengatakan, itu wewenang Bupati Nias. Ditanya tugas dinas kesehatan yang dipimpinnya dia mengatakan salah satu yaitu mengevaluasi kinerja petugas RSU Gunungsitoli. Kalau Bupati Nias meminta baru pihaknya mengusulkan Direktur RSU Gunungsitoli agar diganti.
Demo tersebut dikawal Polres Nias. Para petugas medis tampak turut menyaksikan aksi para demonstran. Demonstran diterima Direktur RSU Gunungsitoli dr. Yulianus Mendrofa dan Kadis Kesehatan Nias dr. Y. Dawolo.


Sumber : http://hariansib.com/2009/05/massa-gmni-nias-demo-bawa-peti-mati-tuntut-direktur-rsu-gunungsitoli-diganti-korban-dua-kali-dioperasi-akhirnya-meninggal/

GMNI Unjuk Rasa di Kantor PT PLN Nias

Gunungsitoli (SIB)

Gerakan Mahasiswa Nias Indonesia (GMNI) unjuk rasa di kantor ranting PLN Gunungsitoli Jumat (13/2) menuntut agar perusahaan itu memperbaiki kinerjanya karena lampu hampir setiap hari padam. GMNI bersama tokoh masyarakat Nias dari berbagai Kecamatan seperti Kecamatan Telukdalam Kabupaten Nisel, Kecamatan Sirombu kabupaten Nias, Kecamatan Alasa Kab Nias, Kec Sawo Kab Nias, Kec Gunungsitoli Idanoi yang menuntut agar lampu tetap dihidupkan setiap hari.
Mahasiswa dan tokoh masyarakat mendesak agar PT PLN ranting Gunungsitoli menyampaikan keluhan dan mendesak pimpinan PT PLN Sumatera Utara dan pimpinan PT PLN Pusat supaya segera mendatangkan mesin baru di kepulauan nias karena kondisi mesin yang sedang beroperasi di Nias tidak layak lagi.
Meminta supaya petugas pencatat meteran benar- benar melihat angka meteran yang sebenarnya. Jangan main tebak-tebak sehingga membuat masyarakat resah karena nilainya tidak sesuai dengan nilai pemakaian.
Kepala ranting PT PLN Gunungsitoli HL Tobing didampingi Manajer PLTD Jhonny P Sumbayak dan Sup. Operasi Lintang Doloksaribu dan PL Tobing kepada mahasiswa dan masyarakat mengatakan, kita sedang berusaha agar lampu di Nias dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Nias dan apabila sudah ada perbaikan para mahasiswa akan diundang.
Sementara itu Jhonny P Sumbayak kepada wartawan menjelaskan, daya dan kondisi pembangkit pusat listrik Nias ada 13 unit tetapi yang berfungsi hanya 10 unit


Sumber: http://hariansib.com/2009/02/gmni-unjuk-rasa-di-kantor-pt-pln-nias/