Rabu, 30 Desember 2009

Turut Berdukacita Atas Meninggalnya Bapak KH.ABDURRACHMAN WAHID

Salah seorang putra terbaik bangsa ini telah meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Setelah sekian lama mendapatkan perawatan kesehatan, hari ini Rabu (30/12) pukul 18.40 wib beliau meninggal dunia di RSCM tepat di depan bapak Susilo Bambang Yudoyodo saat menjenguk beliau.

Presiden RI ke-4 bapak KH.ABDURRACHMAN WAHID merupakan Presiden RI hasil pemilu pertama di era reformasi pada Tahun 1999.

Beliau yang di kenal dengan sebutan Guru Bangsa ini juga merupakan salah seorang tokoh NU.

Kepergian beliau memilukan segenap bangsa Indonesia.semoga beliau di terima Tuhan Yang Maha Esa disisinya.

Minggu, 13 Desember 2009

Aksi-Aksi ku

Sewaktu tulisan ini dibuat.aku lagi berada di medan usai mengikuti forum koordinasi antar cabang (FORKORANCAB) GmnI Sumatera Utara. Acara hajatan ini memberikan hal diluar perkiraanku yang mungkin akan kutuliskan pada tulisan berikutnya.

Berawal dari aku mengenal Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GmnI) Nias pada bulan maret 2008, maka petualangan kehidupanku menjadi berubah.kehidupan sehari-hari yang terfokus pada perkuliahan berubah drastis. Sebab aku merasa telah menemukan wadah tempat penyaluran pemikiranku.

Dahulu sebelum mengenal kampus,begitu anti dengan yang namanya demonstrasi. Mengangap bahwa demonstrasi itu adalah hal terbodoh yang dilakukan sebab apasaja yang didemonstrasikan akan berakhir begitu saja. Namun hal itu berubah berawal dari menjadi salah seorang DPC GmnI Nias pada mei 2008.

Sekitar seminggu menjadi DPC,aksi pertamaku di mulai dengan rasa takut,namun tetap harus berjalan.apalagi disitu menjadi orator yang belum tahu bagaimana seorang orator. Hari-hari berikutnya banyak diskusi tentang aksi dengan orang-orang yang telah berpengalaman.sehingga pemikiran yang terkungkung selama ini tentang aksi telah tercerahkan.

Hingga aksi ke dua yang pada saat itu menjadi pimpinan aksi dengan isu penolakan kenaikan BBM perasaan ketidakmengertian masih menyelimuti. Tapi seiring berjalan waktu teryata aksi merupakan langkah untuk mengontrol segala kebijakan yang tidak prorakyat,cara mengingatkan salah benarnya langkah yang diambil.

Sejak saat itu aksi-aksi yang lain pun terus berkesinambungan.karena prinsipnya kita mahasiswa bukan pengambil kebijakan.kita hanya berusah mengingatkan,mengontrol berjalannya kebijakan.