Rabu, 14 Juli 2010

Beternak babi potensi lapangan pekerjaan


Rabu (14/7) malam kembali ke Gunungsitoli untuk mengurus administrasi dan beberapa hal yang berhubungan dikampusku. Sewaktu berada di pelabuhan sibolga,ada babi didalam mobil truk yang akan diangkut ke Nias. Kemungkinan babi-babi itu akan dijual kemasyarakat untuk dikonsumsi. Padahal kepulauan Nias yang mayoritas penduduknya beragama Kristen banyak beternak babi. Pada umumnya ternak itu untuk dikonsumsi masyarakat dengan membeli sesuai kebutuhan dari rumah potong atau para penjagal (orang yang memotong babi untuk dijual perkilogramnya). Seharusnya dengan tingkat mayoritas masyarakat pemeluk agama kristen dan banyaknya masyarakat yang beternak babi tidak perlu lagi mendapatkan pasokan babi hidup dari luar kepulauan Nias.

Pasokan babi hidup tersebut biasanya masuk seminggu tiga kali. Jika dilihat dari banyaknya pasokan babi hidup tersebut seharusnya peternakan babi di kepulauan Nias harus dikembangkan. Sebab peternakan tersebut mampu memberikan lapangan pekerjaan yang menjanjikan. Hal ini dapat dilihat dari sejumlah tempat makan yang bertabur di Kepulauan Nias dengan menu babi yang telah diolah sedemikian rupa.


Pemerintah yang ada di Kepulauan Nias antara lain Pemerintah Kabupaten Nias, Nias Selatan, Nias Utara, Nias barat dan Kota Gunungsitoli melalui dinas instansi terkait membuat peternakan babi yang langsung pengelolaannya dikerjakan oleh masyarakat dengan pengawasan dari instansi tersebut. Hal demikian mampu memberikan kontribusi bagi pendapatan asli daerah dan mengurangi penganguran di Kepulauan Nias.


Babi bukanlah satu-satunya yang selalu dipasok ke Kepulauan Nias. Ayam Potong/ayam australia dan hasil perkebunan seperti cabe,kol,buncis dan lainnya juga selalu dipasok hampir setiap harinya. Padahal dilihat dari segi wilayah, kepulauan Nias adalah daerah yang sangat potensial untuk peternakan dan perkebunan apalagi jika di ingat bahwa pulau ini pernah swasembada beras sewaktu pemerintah daerahnya memberikan perhatian khusus pada pertanian. Ini membuktikan bahwa semua itu dapat terlaksana dengan perhatian dari pemerintah daerah dalam hal penyedian pupuk,penyuluh-penyuluh dan menjaga harga gabah kering agar tetap tinggi. Jika Pemerintah Daerah benar-benar memberikan perhatian taraf hidup masyarakat Nias pasti akan meningkat.